kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Sempat lewat Selat Sunda, Prancis kerahkan kapal selam nuklir ke Laut China Selatan


Selasa, 20 April 2021 / 06:43 WIB
ILUSTRASI. Prancis telah mengerahkan kapal selam serang bertenaga nuklir ke Laut China Selatan. REUTERS/Philippe Wojazer


Sumber: Express.co.uk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PARIS. Prancis telah mengerahkan kapal selam serang bertenaga nuklir ke Laut China Selatan, di tengah kekhawatiran baru atas tindakan agresif oleh Beijing.

Melansir Express.co.uk, Angkatan Laut Prancis baru-baru ini mengungkapkan kapal selam serang bertenaga nuklir telah kembali dengan selamat setelah melakukan misinya ke Laut Cina Selatan. Unjuk kekuatan itu terjadi di tengah ketegangan yang memburuk antara China dan negara-negara tetangga di wilayah tersebut atas perebutan kendali sejumlah pulau strategis. 

Kapten kapal selam Prancis Antoine Delaveau mengatakan kepada Navy News bahwa kapal selam itu berhasil beroperasi sebagian tanpa terdeteksi.

Dia mengatakan kru telah mengarungi kapal, bernama Émeraude, dengan diam-diam.

Baca Juga: Duterte akan kirim kapal perang ke Laut China Selatan, ini tujuannya

Komandan menambahkan, kapal selam tersebut telah muncul ke permukaan sebelum bergerak melalui Selat Sunda antara Jawa dan Sumatera.

Captian Delaveau melaporkan bahwa Émeraude berhasil menyeberangi Laut China Selatan tanpa insiden.

Dia mengatakan kepada Navy News bahwa tujuan kapal selam itu adalah untuk memperkuat perjanjian navigasi internasional dengan "berlayar bebas" melalui laut yang saat ini diperebutkan antara China, Vietnam, dan Filipina.

Baca Juga: Kapal Yunani mondar-mandir di perairan Maluku, ini yang dilakukan Bakamla

Misi itu dilakukan saat ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat secara dramatis setelah rekaman muncul dari para perwira di atas kapal perang Angkatan Laut AS yang "menguntit" sebuah kapal induk militer China di Laut China Selatan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×