kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Senin depan, China dan AS akan menggelar perundingan dagang di Beijing


Jumat, 04 Januari 2019 / 11:08 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan Amerika Serikat


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China dan Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan perdagangan tingkat wakil menteri di Beijing pada 7 Januari-8 Januari pekan depan. Pertemuan ini digelar lantaran kedua belah pihak berupaya untuk mengakhiri pertikaian yang berdampak pada perekonomian kedua negara dan mengguncang pasar keuangan global.

Mengutip Reuters Jumat (4/1), Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan di situs resminya mengungkapkan tim kerja yang dipimpin oleh Wakil Kepala Perwakilan Dagang AS akan datang ke China untuk mendiskusikan hal yang positif dan membangun dengan perwakilan China.

Kementerian mengatakan kedua pihak mengonfirmasi tanggal dalam panggilan telepon pada Jumat pagi, tetapi tidak merinci hal lainnya.

Asal tahu saja, perang dagang antara China dan AS yang berlangsung sepanjang tahun lalu telah mengganggu arus barang bernilai ratusan miliar dollar dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Dalam pertemuan puncak di Argentina akhir tahun lalu, Preisden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping setuju melakukan gencatan senjata dan memutuskan untuk menunda pemberlakuan tarif impor bagi perdagangan kedua negara selama 90 hari mulai 1 Desember 2018 sembari kedua negara menegosiasikan kesepakatan.

Trump menyatakan pembiacaraan menuju kesepakatan mengalami kemajuan, tetapi tidak jelas apakah China akan menyerah pada tuntutan utama AS atas ketidakseimbangan perdagangan, akses pasar dan dugaan penyalahgunaan properti intelektual oleh China.




TERBARU

[X]
×