kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Serangan Houthi di Bandara Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Penerbangan Dibatalkan


Minggu, 11 Oktober 2026 / 06:15 WIB
Serangan Houthi di Bandara Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Penerbangan Dibatalkan
ILUSTRASI. Asap dan kobaran api membubung dari Bandara King Khalid di Riyadh, setelah kelompok Houthi Yaman yan (REUTERS/Social Media via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Serangan ketiga pekan ini terhadap bandara internasional Riyadh pada hari Sabtu menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya, menurut otoritas Saudi. 

Kelompok Houthi yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang menandai eskalasi besar dalam kampanye mereka melawan pihak Saudi.

Mengutip Reuters, Minggu (11/10/2026), para korban tewas mencakup empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu orang dari AS, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir, demikian pernyataan otoritas penerbangan sipil Saudi.

Rumah sakit dipenuhi oleh korban luka yang dibawa menggunakan ambulans dan helikopter, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut. Beberapa korban berada dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Singapura Jadi Kota Terpintar Kedua di Asia 2026, Nomor 9 Dunia

Serangan hari Sabtu itu terjadi tanpa peringatan; sistem peringatan ancaman Arab Saudi tidak mengeluarkan tanda bahaya apa pun. Dua serangan sebelumnya pekan ini terhadap Bandara Internasional King Khalid telah menewaskan empat orang dan menyebabkan kerusakan parah pada pesawat komersial Saudi yang sedang diparkir di landasan.

Serangan mematikan pekan ini menyingkap kerentanan dalam kemampuan pertahanan diri kerajaan tersebut di tengah kampanye udara yang mereka lancarkan terhadap Houthi untuk mendukung perang darat pemerintah Yaman melawan kelompok yang didukung Iran itu.

Arab Saudi dan pemerintah Yaman mengklaim telah melancarkan ratusan serangan terhadap target-target di wilayah yang dikuasai Houthi. Pihak Houthi menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut menewaskan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Reuters tidak dapat memverifikasi klaim-klaim tersebut secara independen. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan bahwa semua penerbangan dialihkan dari Riyadh pada hari Sabtu, dan operasional bandara yang melayani kota berpenduduk sekitar 8 juta jiwa itu dihentikan sementara.

Kepala kantor media Houthi mengatakan dalam sebuah unggahan di X setelah serangan tersebut bahwa kelompoknya telah "melumpuhkan bandara internasional Riyadh". Pihak Houthi menyatakan bahwa pesawat komersial sebaiknya menghindari wilayah udara Arab Saudi, seraya menetapkannya sebagai zona operasi militer setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok tersebut pada hari Senin.

Presiden AS Donald Trump, saat berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih, ditanya apakah Washington berencana untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi.

Baca Juga: Phu Quoc Kembali Jadi Pulau Terindah di Asia, Jauh di Atas Bali

"Kami mungkin saja melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan. Kami bertindak sangat cepat," ujarnya.

Seorang saksi mata di bandara pada hari Sabtu melaporkan melihat ledakan dan kemudian sejumlah orang tergeletak terluka di lantai di dalam gedung bandara. Lebih dari selusin ambulans terlihat bergegas menuju fasilitas tersebut. Sebuah video yang diverifikasi oleh Reuters memperlihatkan keberadaan ambulans di bandara itu.

Seorang pelancong yang terluka mengatakan kepada Reuters bahwa ia melihat sesuatu melintas di langit di luar bandara sebelum sebagian langit-langit di dekat gerbang keberangkatan runtuh.

Kedutaan Besar AS di Riyadh menyatakan pihaknya "mengetahui adanya serangan" dan "sangat menyarankan seluruh warga negara AS untuk menghindari bandara ini serta wilayah sekitarnya."

Arab Saudi terlibat dalam perang Yaman pada tahun 2015 dengan memimpin koalisi Arab untuk berupaya mendesak Houthi keluar dari ibu kota Yaman, Sanaa. Houthi sebelumnya telah merebut Sanaa pada tahun sebelumnya dan memukul mundur pasukan pemerintah.

Perang tersebut berujung pada kebuntuan yang berdarah, di mana ratusan ribu warga Yaman tewas akibat pertempuran dan kelaparan. Arab Saudi mencapai kesepakatan dengan Houthi pada tahun 2022 yang membekukan konflik tersebut.

Gencatan senjata itu akhirnya gagal pada musim panas, yang memuncak pada serangan kilat Houthi yang berhasil merebut titik strategis di Laut Merah, Bab el-Mandeb, dari pasukan pemerintah yang didukung Saudi. 

Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi memulai operasi ofensif pekan ini untuk mencoba merebut kembali wilayah tersebut—upaya yang sejauh ini menunjukkan kemajuan lambat—di tengah pengepungan yang dilakukan kelompok Houthi terhadap Taiz, kota terbesar ketiga di negara itu.

Riyadh Akan Jadi Tuan Rumah KTT Besar

Situs pemantau penerbangan flightradar24 menunjukkan bahwa seluruh penerbangan menuju Riyadh telah dialihkan atau dibatalkan, dengan hanya sebuah helikopter yang sempat terlihat melayang di atas bandara pada satu waktu.

Serangan Houthi pada hari Kamis dan sebelumnya pada pekan yang sama telah menyebabkan sejumlah maskapai menangguhkan atau membatalkan layanan ke ibu kota Arab Saudi tersebut, tepat menjelang penyelenggaraan konferensi besar di bidang energi dan investasi di Riyadh.

Pihak penyelenggara konferensi menyatakan pada hari Sabtu bahwa acara akan tetap berlangsung sesuai rencana, seraya berupaya meyakinkan para peserta mengenai aspek keamanan mereka.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×