Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sejumlah pimpinan perusahaan energi terbesar dunia tidak lagi tercantum dalam agenda World Petroleum Congress (WPC) Energy Congress di Riyadh, Arab Saudi.
Perubahan jadwal ini terjadi di tengah serangan mematikan di ibu kota Arab Saudi yang diklaim kelompok Houthi dari Yaman yang bersekutu dengan Iran.
Baca Juga: Otoritas Saudi Memperpanjang Penangguhan Operasional Bandara Riyadh
CEO ExxonMobil, TotalEnergies, Shell, Chevron, dan BP sebelumnya dijadwalkan menghadiri acara yang dimulai pada Minggu (11/10/2026). Namun, nama mereka tidak lagi tercantum dalam agenda yang dirilis penyelenggara pada Senin (12/10/2026).
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman tetap membuka sesi konferensi pada Senin. Ia berterima kasih kepada para peserta yang telah datang ke Riyadh dan menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga keselamatan mereka.
“Pertemuan kami di sini bukan berarti risikonya sudah hilang,” ujar Abdulaziz, seraya menekankan bahwa perkembangan keamanan dalam beberapa pekan terakhir merupakan persoalan serius dan respons kerajaan harus sama seriusnya.
Serangan tersebut menjadi tantangan bagi program Vision 2030, agenda bernilai miliaran dolar yang dirancang untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi agar tidak terlalu bergantung pada minyak, memodernisasi masyarakat, serta menjadikan kerajaan sebagai pusat investasi dan pariwisata.
Penyelenggaraan acara internasional merupakan salah satu prioritas program tersebut. Namun, Vision 2030 sebelumnya juga menghadapi sejumlah penundaan dan penyesuaian.
Baca Juga: Serangan Houthi Ganggu Penerbangan, Bandara Riyadh Diperkirakan Batalkan 60% Jadwal
Abdulaziz menegaskan bahwa Arab Saudi harus tetap berfokus pada rencana jangka panjang dan melanjutkan program tersebut.
Kongres WPC Energy semula dijadwalkan berlangsung pada April 2026, tetapi ditunda setelah perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari.
Arab Saudi ditunjuk sebagai tuan rumah pada Oktober 2022. Ini menjadi kali pertama acara yang pertama kali digelar di Inggris pada 1933 tersebut berlangsung di kerajaan itu.
Para CEO perusahaan energi besar biasanya menjadi bagian penting dalam agenda WPC Energy. Pekan ini, mereka dijadwalkan berbicara mengenai pasar minyak dan gas global, ketahanan energi, serta transisi energi.
Juru bicara BP mengatakan perusahaan telah berupaya semaksimal mungkin untuk berpartisipasi. Namun, gangguan perjalanan membuat perwakilan perusahaan tidak dapat hadir secara langsung.
“Kami sangat menghargai kemitraan jangka panjang kami di kawasan ini,” ujar juru bicara BP.
Baca Juga: Penjualan Mobil China Turun 12 Bulan Beruntun, Ekspor Melonjak 73,2%
Shell menolak memberikan komentar. Sementara itu, TotalEnergies, ExxonMobil, dan Chevron belum segera menanggapi permintaan komentar Reuters.
Kongres tersebut berlangsung di pusat konferensi yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Bandara Internasional Riyadh. Bandara itu dilaporkan telah mengalami empat kali serangan dalam sepekan terakhir.
Otoritas Arab Saudi melaporkan satu orang tewas dan hampir selusin lainnya terluka dalam serangan terbaru di bandara pada Minggu malam.
Sehari sebelumnya, serangan yang diklaim Houthi menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Insiden tersebut menjadi serangan paling mematikan di kerajaan itu dalam lebih dari satu dekade.














