kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Setelah iPad, lalu iMac Touch?


Selasa, 24 Agustus 2010 / 09:16 WIB


Reporter: Femi Adi Soempeno |

Saat sejumlah negara masih menanti kedatangan iPad, termasuk Indonesia, Apple Inc. sudah memulai inovasi anyarnya lagi, yaitu iMac Touch. Hal ini tercuat dari situs Patently Apple, yang dirilis Senin (23/8) kemarin.

Bayangkan memiliki iMac sebagai desktop, dan dalam hitungan menit bisa berubah menjadi iPad 'raksasa'. Apple berencana membongkar misteri bagaimana OSX akhirnya bisa berjejerean menggelinding dengan iOS di Mac.

Welcome to iMac Touch!

Sejumlah aplikasi yang ada di Apple cocok bekerja untuk piranti yang berbasis sentuh (touch) maupun konvensional dengan mouse maupun keyboard. Itu sebabnya, kemungkinan sejumlah piranti akan lahir berbasiskan sentuh sekaligus konvensional.

Nah, di iMac Touch ini, saat iMac berada pada posisi tegak sewajarnya layaknya iMac, keyboard maupun mouse tetap akan digunakan dan digelindingkan dengan sistem operasi OS X. Nah, bila ingin menjadikannya seperti iPad yang berbasis sentuh, maka layar iMac harus dimiringkan sehingga mudah untuk disentuh seperti iPad. Di posisi ini, maka sistem operasi yang berjalan adalah iOS. Terang saja, perubahan sistem operasi ini otomatis.








TERBARU

[X]
×