Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - LONDON. Shell menyepakati penjualan jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) beserta layanan terkait bahan bakar transportasi di Prancis kepada DCC Energy, perusahaan distribusi energi yang berbasis di Dublin, Irlandia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Shell untuk memusatkan bisnis ritel bahan bakar dan pengisian daya kendaraan di pasar-pasar utama yang menyumbang sebagian besar arus kas perusahaan.
Kesepakatan tersebut belum mencapai tahap final. Transaksi ini diperkirakan rampung pada kuartal II-2027, dengan mempertimbangkan proses konsultasi bersama perwakilan karyawan.
Berdasarkan dokumen yang dilihat Reuters dan keterangan sumber yang mengetahui persoalan tersebut, transaksi mencakup sekitar 70 lokasi SPBU, delapan instalasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), serta pengalihan 35 karyawan.
Baca Juga: Dolar AS Melemah, Pasar Mulai Ragu The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga
"Shell sedang mempertimbangkan penjualan bisnis stasiun ritel bahan bakar kami di Prancis," kata Shell kepada Reuters. Perusahaan menambahkan bahwa mereka belum dapat memberikan komentar lebih lanjut pada tahap ini.
Sementara itu, DCC Energy menolak berkomentar mengenai rencana transaksi tersebut.
Shell berupaya memusatkan operasional ritel bahan bakar dan pengisian daya kendaraan di pasar-pasar utama yang menghasilkan sebagian besar arus kasnya, termasuk Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Inggris.
DCC Energy tetap menggunakan merek Shell
Berdasarkan dokumen tersebut, DCC Energy akan mengoperasikan stasiun-stasiun bahan bakar yang diakuisisi menggunakan merek Shell melalui perjanjian lisensi jangka panjang.
Namun, bisnis inti pasokan bahan bakar Shell tidak termasuk dalam transaksi. Artinya, DCC Energy akan mengadakan pasokan bahan bakarnya secara mandiri setelah pengambilalihan selesai.
DCC Energy merupakan perusahaan penjualan dan distribusi energi yang beroperasi di Eropa dan AS. Berdasarkan informasi di situs perusahaan, DCC Energy melayani jutaan pelanggan dari sektor industri dan publik serta menyediakan solusi energi di luar jaringan, terutama melalui gas cair. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan stasiun layanan dan menyediakan layanan untuk armada kendaraan.
Nilai transaksi belum dapat diketahui hingga berita ini ditulis.
Di sisi lain, unit pemasaran Shell yang mencakup jaringan ritel bahan bakar dan stasiun pengisian daya kendaraan membukukan laba yang disesuaikan sebesar US$ 1,3 miliar pada kuartal II tahun ini. Angka tersebut meningkat dibandingkan US$ 1,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: KFC Ganti Pepsi dengan Coca-Cola Setelah Bermitra Selama Empat Dekade














