kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.176   10,00   0,06%
  • IDX 5.048   -49,60   -0,97%
  • KOMPAS100 651   -4,55   -0,69%
  • LQ45 515   -0,77   -0,15%
  • ISSI 170   -1,89   -1,10%
  • IDX30 289   -0,09   -0,03%
  • IDXHIDIV20 390   1,41   0,36%
  • IDX80 75   -0,39   -0,51%
  • IDXV30 109   1,42   1,32%
  • IDXQ30 98   -0,11   -0,11%

Siap-siap gaduh, DPR AS gelar pemungutan suara pemakzulan Trump


Rabu, 18 Desember 2019 / 21:36 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Trum mengecam penyelidikan itu sebagai "percobaan kudeta" dan berpendapat, Demokrat sedang mencoba untuk membatalkan hasil Pemilihan Presiden 2016 di mana ia mengalahkan Hillary Clinton, calon Presiden Demokrat.

"Bisakah Anda percaya bahwa saya akan dimakzulkan oleh Radikal Kiri. Jangan Melakukan Apa-Apa Demokrat. DAN SAYA TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN! Sesuatu yang mengerikan," kicau Trump, Rabu (18/12) pagi, seperti dikutip Reuters.

Menjelang pemungutan suara, Selasa (17/12), Pelosi mengirim surat kepada 232 anggota DPR dari Demokrat, dan mendesak mereka untuk setia pada Konstitusi.

Baca Juga: Trump kirim surat penuh kemarahan kepada Ketua DPR AS jelang pemakzulan

"Sangat menyedihkan, fakta-fakta sudah jelas bahwa Presiden menyalahgunakan kekuasaannya untuk keuntungan pribadi, politiknya, dan dia menghalangi Kongres karena menuntut pertanggungjawaban dia, terhadap Konstitusi dan rakyat Amerika Serikat," tulis Pelosi.

Masalahnya, untuk melengserkan Trump, butuh dua pertiga suara dari 100 anggota Senat AS. Ini berarti, Demokrat harus membujuk setidaknya 20 Republikan untuk bergabung dengan mereka untuk mengakhiri kepemimpinan Trump.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×