kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sidang kasus korupsi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu digelar hari ini


Minggu, 24 Mei 2020 / 14:20 WIB
Sidang kasus korupsi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu digelar hari ini
ILUSTRASI. Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - YERUSALEM. Sidang kasus korupsi yang melibatkan Benjamin Netanyahu dibuka di pengadilan Yerusalem pada Minggu (24/5). Ini adalah kali pertama kali, seorang perdana menteri Israel menghadapi tuntutan pidana. 

Dalam sidang perdana ini, Netanyahu diharuskan tampil di Pengadilan Distrik Yerusalem, seminggu setelah ia dilantik untuk kelima kalinya sebagai kepala pemerintahan Israel. 

Hal ini tersebut mengakhiri kebuntuan politik di Israel yang lebih dari satu tahun mengalami kekosongan setelah tiga pemilihan yang tidak meyakinkan.

Baca Juga: Sebut Israel sebagai tumor, Khamenei puji pasokan senjata Iran ke Palestina

Netanyahu didakwa atas tuduhan suap, penipuan dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus yang melibatkan hadiah dari teman-teman miliarder dan diduga mencari bantuan pengaturan untuk taipan media dengan imbalan liputan yang menguntungkan pada November 2019. 

Netanyahu, yang mengepalai partai sayap kanan Likud, telah mengajukan tuntutan karena merasa dijebak oleh partai sayap kiri. 

Sebagai perdana menteri, Netanyahu tidak memiliki kewajiban hukum untuk mengundurkan diri dan dia mengatakan pertempuran di pengadilan tidak akan memengaruhi kemampuannya untuk melakukan pekerjaannya.

Panel tiga hakim akan mendengarkan kasusnya. Pada Rabu (20/5), Netanyahu sempat meminta untuk tidak datang pada sidang pembuka, tapi hal tersebut ditolak hakim.

Alasan Netanyahu untuk tidak hadir dalam pengadilan perdananya tersebut karena menganggap sidang itu adalah acara formalitas. Selain itu, dengan jabatannya sebagai perdana menteri, dia harus membawa kontingen pengawalnya akan menyia-nyiakan dana publik dan membuatnya sulit untuk mematuhi aturan jarak sosial.

Baca Juga: Palestina Akhiri Semua Kesepakatan dengan AS dan Israel

Beberapa kritikus mengatakan, Netanyahu berusaha menghindari opini bahwa seorang perdana menteri dapat duduk di kursi terdakwa.

Enam tahun lalu, mantan Perdana Menteri Ehud Olmert dinyatakan bersalah menerima suap dan menjalani hukuman 16 bulan penjara. Pengadilan Olmert berlangsung setelah masa jabatan yang berlangsung antara 2006-2009.



TERBARU

[X]
×