kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Elon Musk Memperingatkan Amerika Serikat akan 1.000% Bangkrut


Minggu, 08 Februari 2026 / 16:08 WIB
Elon Musk Memperingatkan Amerika Serikat akan 1.000% Bangkrut
ILUSTRASI. Elon Musk yakin AI dan robotika adalah kunci atasi utang nasional AS. (Dok. Reuters/Reuters)


Sumber: Finbold News | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam wawancara pada 5 Februari, miliarder Elon Musk menegaskan kembali keyakinannya pada teknologi dan kehati-hatian terhadap utang negara, sekaligus memperingatkan bahwa Amerika Serikat berisiko “1000% bangkrut” akibat beban nasional yang sangat besar.

“Kita 1000% akan bangkrut sebagai negara, dan gagal sebagai negara, tanpa AI dan robot. Tidak ada hal lain yang bisa menyelesaikan utang nasional. Kita hanya perlu cukup waktu untuk membangun AI dan robot sebelum kebangkrutan terjadi,” kata Musk dalam Dwarkesh Podcast.

Kekhawatiran Musk terhadap Utang Nasional

Musk menyoroti peran Departemen Efisiensi Pemerintahan (Department of Government Efficiency/D.O.G.E), lembaga kontroversial yang sempat menggegerkan pemerintahan federal pada bulan-bulan awal masa jabatan kedua Presiden Trump. Fokus Musk tertuju pada melonjaknya pembayaran bunga utang.

Baca Juga: SpaceX Tunda Rencana ke Mars Demi Fokus Misi Pendaratan ke Bulan di Tahun 2027

“Saya benar-benar khawatir… Tanpa AI dan robotika, kita benar-benar berada dalam masalah karena utang nasional menumpuk dengan cepat. Pembayaran bunga utang nasional melebihi anggaran militer, yang mencapai satu triliun dolar. Jadi kita memiliki lebih dari satu triliun dolar hanya untuk pembayaran bunga,” jelas Musk.

Elon Musk dan D.O.G.E: Memperlambat Utang untuk Menyelamatkan AS

Miliarder berkewarganegaraan Afrika Selatan-Kanada-Amerika ini menegaskan bahwa tujuan utama dirinya membantu mendirikan D.O.G.E adalah untuk memperlambat akumulasi utang agar AS memiliki kesempatan mengembangkan kecerdasan buatan (AI) dan robotik canggih – teknologi yang diyakini Musk dapat menyelamatkan negara.

Pandangan Musk mengenai teknologi sebagai penyelamat ini sejalan dengan prediksi sebelumnya bahwa robot canggih merupakan bisnis senilai US$10 triliun, sedangkan AI diperkirakan menghasilkan antara US$1,8 triliun hingga US$15 triliun pada 2030. Namun, hubungan langsung antara kemajuan ini dengan penyelesaian utang nasional masih kurang jelas.

Bagaimana AI dan Robotik Bisa Menyelamatkan AS dari Utang

Salah satu alasan rasional mengapa menjalankan ekonomi defisit dapat diterima adalah jika pertumbuhan tahunan melebihi beban tahunan, negara akan menghindari risiko besar. Dalam konteks ini, pertumbuhan PDB berbasis teknologi dapat menstabilkan situasi.

Namun, sebagian besar nilai AI dan robotik terletak pada otomatisasi massal – yang berpotensi menimbulkan krisis pekerjaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Musk sebelumnya menyarankan penerapan “pendapatan tinggi universal” – versi UBI yang belum terdefinisi secara jelas – sebagai solusi.

Hasil uji coba UBI sejauh ini menunjukkan dampak positif terhadap kesejahteraan fisik dan mental penerima, tanpa merusak dasar ekonomi, sehingga konsep ini dianggap menjanjikan. Meski demikian, masih ada penolakan signifikan.

Baca Juga: Elon Musk Jadi Orang Pertama di Dunia yang Punya Kekayaan Rp 14.343 Triliun

Suara konservatif mempertanyakan bagaimana negara membiayai UBI, sementara pihak kiri khawatir UBI bisa membuat kelas pekerja semakin bergantung pada pemerintah dan perusahaan besar.

Apakah AI dan Robotik Tiba Tepat Waktu?

Harapan Musk menghadapi tantangan. Meski D.O.G.E. bertujuan mengurangi pengeluaran pemerintah sekitar US$2 triliun dan menurunkan laju pengambilan utang, hasilnya belum memuaskan.

Laporan Desember 2025 menunjukkan bahwa lembaga tersebut hanya berhasil menghemat antara US$61 miliar hingga US$214 miliar, sementara utang nasional AS meningkat dari US$36,1 triliun saat pelantikan Trump menjadi US$38,7 triliun pada 6 Februari, menurut data US Debt Clock.

Di sisi lain, laporan keuangan perusahaan teknologi besar terbaru menunjukkan bahwa meskipun ledakan AI masih berlangsung, pertumbuhan melambat dan margin operasi menurun.

Kombinasi ini, bersama laporan mencurigakan mengenai hubungan beberapa perusahaan AI terkemuka, mengindikasikan bahwa, jika Musk benar, baik AI maupun robotik mungkin tidak akan tiba tepat waktu untuk menyelamatkan AS.

Selanjutnya: Cara Bayar KRL dengan GoPay, Solusi Praktis Naik Commuter Line Tanpa Kartu

Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×