kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Elon Musk Hadiri WEF Davos untuk Pertama Kali, Setelah Bertahun-tahun Mengkritik


Kamis, 22 Januari 2026 / 21:46 WIB
Elon Musk Hadiri WEF Davos untuk Pertama Kali, Setelah Bertahun-tahun Mengkritik
ILUSTRASI. Elon Musk, si pengkritik vokal, kini di WEF Davos. Apakah ada agenda tersembunyi yang menguntungkannya? Temukan alasannya di sini. (via REUTERS/Pool)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Miliarder teknologi Elon Musk dijadwalkan menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis waktu setempat.

Kehadiran ini menjadi yang pertama bagi Musk sepanjang penyelenggaraan forum tahunan tersebut, sekaligus menandai perubahan sikap yang mencolok dari sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengkritik vokal ajang pertemuan elite politik dan bisnis dunia itu.

Berdasarkan agenda terbaru WEF, orang terkaya di dunia tersebut akan tampil dalam sebuah panel diskusi bersama CEO BlackRock Larry Fink pada pukul 15.30 GMT. Partisipasi Musk di Davos langsung menarik perhatian global, mengingat rekam jejaknya yang kerap mengecam forum tersebut sebagai simbol elitisme global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Musk secara terbuka mengkritik WEF dan pertemuan Davos melalui platform media sosial X yang ia miliki.

Baca Juga: Elon Musk Tuntut US$ 134 Miliar, Untung Besar jika OpenAI Terbukti Curang

Ia menyebut Davos sebagai acara yang “membosankan” dan menuding WEF sebagai “pemerintahan dunia yang tidak dipilih, yang tidak pernah diminta dan tidak diinginkan oleh rakyat.”

Kritik tersebut memperkuat citra Musk sebagai figur anti-establishment di tengah komunitas bisnis global.

Namun, kehadiran Musk di Davos kali ini terjadi di tengah perannya yang semakin sentral dalam berbagai isu global strategis. Di antaranya adalah keterlibatan SpaceX dalam penyediaan layanan internet satelit Starlink di wilayah konflik, serta polemik seputar Grok, chatbot buatan startup kecerdasan buatan miliknya, xAI, yang menuai kritik akibat kemunculan gambar-gambar bernuansa seksual.

Pengaruh politik Musk juga meningkat seiring statusnya sebagai sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kedekatan tersebut disebut telah mengangkat posisi tawar Musk dalam diskusi kebijakan, terutama yang berkaitan dengan teknologi, pertahanan, dan komunikasi global.

Baca Juga: Elon Musk Gugat OpenAI dan Microsoft Nilai Tuntutannya Mencapai US$ 134 Miliar

Sejumlah perusahaan Musk memiliki kepentingan langsung dengan pemerintah di berbagai negara. SpaceX, misalnya, merupakan kontraktor pertahanan utama Amerika Serikat, sementara jaringan Starlink-nya beroperasi di sejumlah zona konflik.

Di sisi lain, platform media sosial X yang berada di bawah kendalinya juga terus menjadi sorotan akibat perubahan kebijakan moderasi konten, yang memicu kritik terkait penyebaran misinformasi dan ujaran kebencian.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Elon Musk di WEF Davos dipandang bukan sekadar simbolis, melainkan mencerminkan posisi strategisnya dalam lanskap geopolitik dan ekonomi global.

Partisipasinya berpotensi menambah bobot diskusi di Davos, sekaligus memunculkan pertanyaan baru tentang hubungan antara kritik terhadap elit global dan keterlibatan langsung di dalamnya.

Selanjutnya: Menakar Dampak Penambahan Layer Cukai Terhadap Peredaran Rokok Ilegal dan PHK

Menarik Dibaca: Masih Status Awas Hujan Ekstrem, Ini Peringatan Dini Cuaca Besok (23/1) Jabodetabek




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×