kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Singapura wajibkan semua orang memakai masker, dendanya mencapai belasan juta rupiah


Rabu, 15 April 2020 / 05:30 WIB


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Meskipun ada langkah-langkah penelusuran dan karantina yang ketat, kasus-kasus yang dikonfirmasi di Singapura melonjak dari 106 menjadi 1.000 selama Maret. Angka ini terus meningkat hingga menembus angka 3.000 kasus pada hari kemarin.

Pihak berwenang memperingatkan angka itu akan terus meningkat mengingat pengujian massal ribuan pekerja migran, yang sekarang merupakan lebih dari 40% dari semua pasien corona di Singapura masih dilakukan.

Baca Juga: WHO: 90% kasus virus corona datang dari Eropa dan Amerika Serikat

Dari 334 kasus baru hari Selasa, hanya dua yang merupakan warga negara Singapura atau penduduk tetap.

Pihak berwenang mengatakan pada akhir pekan bahwa mereka telah menguji 1.500 pekerja migran yang tinggal di asrama, dan akan menguji 5.000 lainnya dalam beberapa hari ke depan.

"Peningkatan ini kemungkinan akan berlanjut karena kami melakukan lebih banyak pengujian di asrama," kata Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong.

Baca Juga: Sempat diretas, sekolah di Singapura lanjutkan penggunaan aplikasi Zoom

“Wabah di asrama pekerja asing telah menjadi hal penting dalam perjuangan kami melawan Covid-19. Pekerja asing telah banyak berkontribusi ke Singapura, dan kami sangat memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×