kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Skotlandia merugi jika pisah dari Inggris


Selasa, 16 September 2014 / 07:05 WIB
ILUSTRASI. 4 Cara Memutihkan Wajah dengan Produk Skincare, Cepat dan Mudah!


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Dessy Rosalina

london. Warga Skotlandia berpeluang besar berpisah dari Inggris Raya (UK). Survei Bloomberg terhadap sejumlah ekonom menunjukkan, peluang Skotlandia bercerai dari Inggris sebesar 45%. Jika itu terjadi, ekonom memprediksi investasi asing bakal terbang melarikan diri dari Skotlandia.

“Kemerdekaan mungkin berdampak positif bagi ekonomi Skotlandia di jangka panjang. Tapi, akan terjadi guncangan keras di jangka pendek. Aliran dana keluar pasti terjadi,” ujar Howard Archer, Kepala Ekonom IHS Global Insight di London, seperti dikutip Bloomberg, kemarin (15/9). 

Prediksi ekonom berbeda dengan konsesus masyarakat umum. Tiga dari empat polling terakhir menunjukkan, kemerdekaan menjadi pilihan warga Skotlandia. Survei yang digelar oleh ICM Research untuk Sunday Telegraph menunjukkan, opsi kemerdekaan meraih suara 54%, berbanding dengan 46% suara anti-kemerdekaan. Referendum atau jajak pendapat bakal digelar pada Kamis (18/9) waktu setempat. Sedangkan hasilnya akan diumumkan keesokan harinya.
 


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×