kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,25   -4,93   -0.53%
  • EMAS960.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Soal uji coba sistem S-400, Erdogan: AS marah-marah bukan urusan kami!


Sabtu, 24 Oktober 2020 / 08:59 WIB
Soal uji coba sistem S-400, Erdogan: AS marah-marah bukan urusan kami!
ILUSTRASI. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki telah menguji sistem pertahanan udara S-400 yang dibeli dari Rusia. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengkonfirmasi pada hari Jumat (23/10/2020) bahwa Turki telah menguji sistem pertahanan udara S-400 yang dibeli dari Rusia. Dia mengatakan, keberatan AS atas masalah tersebut tidak menjadi masalah.

Reuters memberitakan, Washington mengatakan pembelian sistem pertahanan dari Rusia oleh Ankara membahayakan pertahanan NATO. Terkait hal tersebut, AS mengancam akan menjatuhkan sanksi. 

Seperti yang diketahui, uji tembak S-400 yang dilakukan pada minggu lalu memicu kemarahan Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon.

"(Uji coba) telah dan sedang dilakukan. Sikap Amerika Serikat sama sekali bukan urusan kami. Jika kami tidak akan menguji kemampuan yang kami miliki, lalu apa yang akan kami lakukan?" jelas Erdogan kepada wartawan, termasuk Reuters.

Baca Juga: AS tangguhkan layanan visa ke Turki setelah terima laporan potensi serangan teroris

Kedua sekutu NATO ini telah lama berselisih tentang S-400 dan Washington bereaksi tahun lalu dengan menangguhkan Turki dari program jet F-35. Para pejabat Turki mengatakan sistem tersebut tidak akan diintegrasikan ke dalam infrastruktur pertahanan NATO.

Turki menandatangani kesepakatan S-400 dengan Rusia pada 2017. Pengiriman empat rudal pertama, senilai US$ 2,5 miliar, dimulai pada Juli tahun lalu.

Baca Juga: Kecemasan NATO terbukti, Turki uji coba rudal S-400 buatan Rusia di Laut Hitam

Erdogan mengatakan Turki akan terus menguji peralatan militer termasuk senjata ringan, sedang dan berat. Hal ini juga termasuk peralatan yang dibeli dari Amerika Serikat.

"Tampaknya tuan-tuan (di AS) sangat terganggu karena ini adalah senjata milik Rusia. Kami bertekad akan melanjutkan jalan kami seperti biasa," kata Erdogan.

 

Selanjutnya: Makin panas, Turki siap kerahkan pasukan ke Azerbaijan untuk melawan Armenia

 




TERBARU
Corporate Valuation Model Investment Appraisal Model & Presentation

[X]
×