kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Kecemasan NATO terbukti, Turki uji coba rudal S-400 buatan Rusia di Laut Hitam


Jumat, 23 Oktober 2020 / 05:26 WIB
ILUSTRASI. Turki secara resmi mengkonfirmasi telah melakukan pengujian sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia yang kontroversial. REUTERS/Fabrizio Bensch


Sumber: Arab News | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Pada Kamis (22/10/2020), Turki secara resmi mengkonfirmasi telah melakukan pengujian sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia yang kontroversial. Hal ini membuktikan kekhawatiran yang dirasakan oleh para sekutu NATO.

Melansir Arab News, uji coba persenjataan anti-pesawat senilai US$ 2,5 miliar yang dibeli tahun lalu dari Moskow berlangsung pekan lalu di provinsi Sinop, Turki utara, tepat di seberang Laut Hitam dari wilayah Rusia.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam infrastruktur komando dan kendali NATO, melainkan akan digunakan sebagai sistem mandiri yang mirip dengan penggunaan S-300 buatan Rusia, senjata yang ada di dalam NATO. 

Dengan perbandingan ini, Akar secara implisit merujuk ke Athena, yang saat ini menjadi penantang utama Turki, yang memiliki rudal produksi Rusia di gudang senjatanya.

Baca Juga: Makin panas, Turki siap kerahkan pasukan ke Azerbaijan untuk melawan Armenia

Arab News memberitakan, para ahli meyakini bahwa pernyataan resmi tentang pengujian Turki terhadap sistem pertahanan udara Rusia dapat memicu ketegangan antara Ankara dan Washington, yang mengklaim bahwa rudal tersebut dapat menimbulkan ancaman serius bagi peralatan militer aliansi.

Sementara itu, menteri pertahanan NATO bertemu pada hari Kamis untuk membahas masalah yang mempengaruhi keamanan aliansi.

Ozgur Unluhisarcikli, direktur lembaga think tank kantor Ankara The German Marshall Fund of the US, mengatakan argumen Turki bahwa S-400 akan menjadi sistem mandiri yang tidak terhubung ke jaringan radar NATO telah dibuat beberapa kali, tetapi gagal meyakinkan Amerika.

Baca Juga: Perang Armenia-Azerbaijan, AS tuding Turki mengobarkan situasi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×