kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

AS tangguhkan layanan visa ke Turki setelah terima laporan potensi serangan teroris


Jumat, 23 Oktober 2020 / 21:04 WIB
ILUSTRASI. AS tangguhkan layanan visa ke Turki setelah terima laporan potensi serangan teroris.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  ANKARA. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Ankara, Turki, mengatakan pada hari Jumat (23/10) bahwa pihaknya untuk sementara menangguhkan semua warga negara Amerika dan layanan visa yang ke Turki.

Kedubes AS mengatakan telah mendapat laporan yang dapat dipercaya tentang potensi serangan teroris dan penculikan terhadap warga AS di Istanbul.

"Misi AS di Turki telah menerima laporan yang dapat dipercaya tentang potensi serangan teroris dan penculikan terhadap warga AS dan warga negara asing di Istanbul, termasuk terhadap Konsulat Jenderal AS, serta kemungkinan lokasi lain di Turki," kata kedutaan seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Kecemasan NATO terbukti, Turki uji coba rudal S-400 buatan Rusia di Laut Hitam

Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS mengatakan pernyataan itu dikeluarkan setelah penilaian kondisi keamanan yang sedang berlangsung di Turki.

Pada Hari Tahun Baru 2017, seorang pria bersenjata menewaskan 39 orang dalam serangan di klub malam Istanbul yang kemudian diklaim oleh ISIS. Itu adalah salah satu dari serangkaian serangan militan yang menewaskan puluhan orang di Istanbul dan tempat lain di Turki.

Sejak serangan itu, pihak berwenang Turki telah menindak tersangka anggota ISIS dan militan Kurdi, melakukan banyak operasi keamanan di seluruh negeri dan menahan ratusan orang.

Selanjutnya: Makin panas, Turki siap kerahkan pasukan ke Azerbaijan untuk melawan Armenia




TERBARU

[X]
×