kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Soroti kasus HAM Uighur, ketua DPR AS ajak dunia boikot Olimpiade Beijing 2022


Rabu, 19 Mei 2021 / 09:33 WIB
Soroti kasus HAM Uighur, ketua DPR AS ajak dunia boikot Olimpiade Beijing 2022
ILUSTRASI. Cincin Olimpiade yang menyala di atas Menara Olimpiade, setahun sebelum pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022, di Beijing, Cina 4 Februari, 2021.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Nancy Pelosi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, menyerukan kepada pemerintah AS agar melakukan boikot diplomatik atas Olimpiade Beijing 2022. Seruan boikot ini terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di China.

Dalam pernyataannya hari Selasa (18/5), Pelosi menyoroti kejahatan kemanusiaan terhadap Uighur dan etnis minoritas lainnya di China, menilainya sebagai praktik genosida.

Pelosi dan sejumlah anggota parlemen AS lainnya belakangan semakin vokal menyerukan pemboikotan terhadap Olimpiade Beijing 2022, atau setidaknya diadakan pemindahan lokasi.

Baca Juga: China marah dengan acara PBB yang bakal bahas muslim Uighur

Tidak hanya meminta pemerintah AS, Pelosi dan jajarannya juga mengajak pemimpin negara lain untuk mengambil langkah yang sama demi menunjukkan solidaritas dalam penegakan hak asasi manusia.

"Yang saya usulkan adalah boikot diplomatik, di mana negara-negara terkemuka di dunia menahan kehadiran mereka di Olimpiade," ungkap Pelosi seperti dilansir Reuters.

Pelosi dengan tegas mengajak para pemimpin dunia untuk tidak menghormati pemerintah China dengan tidak datang ke China.

"Bagi kepala negara yang datang ke China di tengah genosida yang sedang berlangsung, otoritas moral apa yang Anda miliki untuk berbicara lagi tentang hak asasi manusia di mana pun di dunia?" lanjut Pelosi.

Tuduhan genosida yang dilontarkan Pelosi, dan banyak pihak lain di seluruh dunia, bukan tanpa alasan. Pada tahun 2018, panel independen PBB menerima laporan bahwa setidaknya 1 juta orang Uighur dan Muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang China.

Baca Juga: Xi Jinping: China tidak mengejar hegemoni dan perlombaan senjata




TERBARU

[X]
×