kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Xi Jinping: China tidak mengejar hegemoni dan perlombaan senjata


Minggu, 25 April 2021 / 13:00 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BOAO. Presiden China XI Jinping menegaskan kembali pentingnya keadilan bagi seluruh umat manusia dalam pidatonya di Boao Forum for Asia hari Selasa (20/4).

Xi juga menegaskan, China tidak memiliki niat untuk meraih hegemoni hingga berjuang melalui perlombaan senjata.

Dalam kesempatan tersebut, seperti dikutip Reuters, Xi mengatakan, sistem pemerintahan global harus dibuat lebih adil. Ia berharap, aturan yang ditetapkan oleh satu negara atau beberapa negara tidak dapat diterapkan pada negara lain.

"Membangun penghalang dan mendorong pemisaan akan merugikan orang lain dan tidak menguntungkan siapa pun," kata Xi.

China telah sejak lama menginginkan reformasi pemerintahan global, di mana perspektif dan nilai dari banyak negara tercermin, bukan hanya beberapa negara besar saja.

Baca Juga: Serang balik China, Taiwan incar rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan dari udara

China yang saat ini bisa dibilang sebagai salah satu kekuatan besar global, telah berulang kali pula terlibat perselisihan dengan rivalnya Amerika Serikat. Bagi China, AS dianggap terlalu sering ikut campur dalam masalah negara lain, mulai dari urusan ekonomi, pertahanan, hingga hak asasi manusia.

Beberapa tahun belakangan China merasa jadi korban dari upaya AS untuk memperluas hegemoninya. Perang dagang, sengketa Laut China Selatan, hingga kasus HAM di Xinjiang merupakan beberapa titik singgungan kedua negara.

Secara tegas Xi mengatakan, dunia saat ini membutuhkan keadilan, bukan hegemoni dari satu atau beberapa negara berkuasa.

"Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni. Sebuah negara besar harus terlihat seperti negara besar dengan menunjukkan bahwa ia memikul lebih banyak tanggungjawab," ungkap Xi, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: China beri warning ke AS dan Jepang: Jangan ganggu urusan dalam negeri China




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×