Stabil di akhir pekan, emas tetap cetak minggu terburuk sejak pertengahan Juni 2021

Sabtu, 27 November 2021 | 13:45 WIB Sumber: Reuters
Stabil di akhir pekan, emas tetap cetak minggu terburuk sejak pertengahan Juni 2021


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sempat reli dan kembali ke atas US$ 1.800, harga emas spot akhirnya di tutup di level US$ 1.782,02 per ons troi pada Jumat (26/11). Ini membuat harga emas tetap berada di jalur penurunan terburuk sejak Juni 2021.

Jumat (26/11), harga emas spot ditutup menguat 0,2% ke US$ 1.792,02 per ons troi, setelah sempat naik setinggi US$ 1.815.26. Ini membuat emas ambles 2,9% di minggu ini.

Serupa, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2021 ditutup naik 0,1% ke US$ 1.785,5 per ons troi.

Koreksi emas dalam pekan ini terjadi karena ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempercepat kenaikan suku bunga, meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak berbunga.

Di akhir pekan, harga emas stabil dan mengambil nafas setelah reli lebih dari 1% yang dipicu oleh serbuan pelaku pasar ke aset safe-haven karena kekhawatiran atas varian virus corona (Covid-19) baru yang mengguncang selera aset berisiko.

Sokongan utama bagi harga emas datang dari reaksi sejumlah negara yang waspada terhadap varian Covid-19 baru. Uni Eropa dan Inggris, telah memperketat kontrol perbatasan ketika para peneliti berusaha untuk mengetahui apakah mutasi itu resisten terhadap vaksin, yamg memicu aksi jual di seluruh pasar yang merembes ke dalam minyak dan logam mulia lainnya.

Tetapi setelah reli karena daya tarik safe-haven emas, perubahan bearish keseluruhan pada komoditas akhirnya memangkas emas juga, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan reaksi pasar mungkin berlebihan.

Baca Juga: Harga Emas Terdongkrak di Tengah Kekhawatiran Temuan Varian Baru Virus Corona

Turut mendukung harga emas dan bahkan membatasi penurunan akhirnya, adalah kemunduran tajam dalam indeks dolar dan imbal hasil US Treasury yang lebih rendah.

"Harga emas harus tetap didukung di lingkungan ini dan topik pengurangan (Fed) harus mengambil kursi belakang untuk saat ini," kata Alexander Zumpfe, dealer logam mulia di Heraeus.

Walau begitu, emas masih menuju minggu terburuk sejak pertengahan Juni, setelah turun 2,9%. Tekanan bagi emas di pekan ini datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempercepat kenaikan suku bunga, meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak berbunga.

Logam mulia lainnya, sementara itu, tampaknya telah terlepas dari pergerakan emas, dengan perak turun 1,9% menjadi US$ 23,14 per ons troi.

Platinum juga turun 4,3% menjadi US$ 952,77,  sedangkan paladium anjlok 6% ke US$ 1.747,95 per ons troi, dalam perjalanan ke penurunan mingguan yang besar. Paladium sebelumnya turun lebih dari 8% ke level terendah sejak 23 Maret 2020.

Analis Quantitative Commodity Research Peter Fertig mengaitkan penurunan paladium dan platinum dengan kekhawatiran varian baru dapat merugikan ekonomi lagi, termasuk penjualan mobil dan permintaan logam yang digunakan dalam sistem pembuangan mobil.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru