kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Starbucks Tutup 250 Gerai di Amerika Utara, Pangkas Target Ekspansi 2026


Jumat, 25 September 2026 / 16:17 WIB
Starbucks Tutup 250 Gerai di Amerika Utara, Pangkas Target Ekspansi 2026
ILUSTRASI. Starbucks kembali memperketat strategi pemulihan bisnisnya dengan menutup 250 gerai kopi yang dinilai berkinerja buruk di Amerika Utara (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Starbucks kembali memperketat strategi pemulihan bisnisnya dengan menutup 250 gerai kopi yang dinilai berkinerja buruk di Amerika Utara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya CEO Brian Niccol untuk meningkatkan penjualan dan memperbaiki profitabilitas perusahaan.

Mengutip Reuters, Kamis (24/9/2026), Starbucks mengungkapkan rencana penutupan tersebut dalam laporan regulator. Penutupan gerai diperkirakan menimbulkan biaya restrukturisasi sekitar US$300 juta.

Jumlah gerai yang akan ditutup setara dengan sekitar 1% dari total sekitar 18.000 gerai Starbucks di Amerika Utara. Perusahaan menargetkan sebagian besar penutupan tersebut rampung hingga akhir tahun fiskal 2026.

Langkah tersebut dilakukan sekitar setahun setelah Starbucks menutup sejumlah gerai yang berkinerja buruk di kawasan yang sama. Salah satu gerai yang ditutup adalah Seattle Roastery yang ikonik.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Pengiriman Minyak Tembus 33,7 Juta Barel

Restrukturisasi sebelumnya diperkirakan menelan biaya sekitar US$1 miliar bagi Starbucks.

Starbucks Pangkas Target Pembukaan Gerai

Selain menutup gerai yang tidak memberikan kinerja sesuai harapan, Starbucks juga memangkas target ekspansi jaringan pada 2026.

Starbucks memperkirakan pembukaan bersih gerai baru secara global pada tahun fiskal 2026, baik gerai yang dioperasikan sendiri maupun gerai berlisensi, hanya sekitar 440 gerai.

Target tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebanyak 600 hingga 650 gerai.

"Ini adalah langkah yang masuk akal tetapi mahal dalam upaya pemulihan Starbucks," kata Lale Akoner, global market strategist di eToro.

Akoner memperingatkan bahwa jika perbaikan penjualan dan margin terhenti, kesabaran investor terhadap strategi pemulihan Starbucks dapat dengan cepat berkurang.

Strategi "Kembali ke Starbucks"

Brian Niccol telah genap dua tahun menjabat sebagai CEO Starbucks pada September 2026. Sebelum bergabung dengan Starbucks, Niccol merupakan eksekutif di Chipotle Mexican Grill.

Di bawah kepemimpinannya, Starbucks menjalankan strategi yang disebut "Back to Starbucks" atau "Kembali ke Starbucks". Strategi tersebut diarahkan untuk menarik kembali pelanggan melalui sejumlah perubahan, termasuk memangkas waktu tunggu dan menyederhanakan menu di Amerika Serikat.

Starbucks juga meningkatkan investasi pada operasional gerai dan dapur. Di sisi biaya, perusahaan melakukan efisiensi dengan memangkas sejumlah posisi di kantor pusat serta menutup beberapa kantor regional.

Upaya tersebut mulai menunjukkan perkembangan pada kinerja penjualan. Hingga Juli 2026, Starbucks telah membukukan pertumbuhan penjualan sebanding selama empat kuartal berturut-turut.

Baca Juga: Netanyahu Bela Israel di PBB, Puluhan Delegasi Walk Out

Niccol juga mengatakan pada April lalu bahwa jumlah kunjungan pelanggan meningkat di seluruh kelompok pendapatan.

Penjualan Starbucks Masih Bertahan

Di tengah perlambatan belanja untuk kebutuhan non-esensial, produk Starbucks yang relatif mahal, termasuk latte, masih mampu mempertahankan permintaan.

Kondisi tersebut terutama terlihat ketika konsumen berpendapatan rendah di Amerika Serikat menghadapi tekanan akibat tingginya biaya bahan bakar dan makanan.

Meski demikian, investor masih menunggu bukti bahwa pertumbuhan penjualan tersebut dapat diterjemahkan menjadi peningkatan margin dan profitabilitas.

"Niccol telah menunjukkan kemajuan ... langkah pembuktian berikutnya adalah mengubah momentum tersebut menjadi margin yang lebih kuat," kata Brian Jacobsen, chief economic strategist di Annex Wealth Management.

Penutupan 250 gerai sekaligus pengurangan target pembukaan gerai baru menunjukkan bahwa Starbucks kini tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah gerai, tetapi juga berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi jaringan yang sudah ada.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×