kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Stellantis Tingkatkan Produksi Mobil Listrik Dengan Investasi C$ 3,6 Miliar


Selasa, 03 Mei 2022 / 09:05 WIB
Stellantis Tingkatkan Produksi Mobil Listrik Dengan Investasi C$ 3,6 Miliar


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - ONTARIO. Investasi pada infrastruktur untuk produksi mobil listrik memang marak dilakukan beberapa produsen global saat ini. Terbaru, ada Stellantis NV yang bakal meningkatkan produksi kendaraan listriknya di pabrik Windsor dan Brampton.

Stellantis NV pun telah menyiapkan dana hingga C$ 3,6 miliar atau setara US$ 2,8 miliar dengan dana yang berasal dari pemerintah.  Pemerintah Kanada akan menghabiskan hingga C$ 529 juta dan pemerintah Ontario hingga C$ 513 juta untuk mendukung produsen mobil tersebut.

“Kedua pabrik itu akan menambah lapangan pekerjaan,”  ujar Chief Operating Officer Stellantis Mark Stewart dikutip dari Reuters, Selasa (3/5).

Baca Juga: Berharap Dana Hibah, Volkswagen Pilih Spanyol Jadi Lokasi Pabrik Sel Baterai Ketiga

Dikatakan investasi tersebut adalah bagian dari rencana yang diumumkan sebelumnya untuk menggelontorkan total dana hingga  US$ 35 miliar ke dalam produksi dan perangkat lunak kendaraan listrik secara global hingga tahun 2025.

Stellantis mengatakan investasi terbaru akan memungkinkannya untuk menambah lebih dari 650 pekerjaan teknik di pusat penelitian dan pengembangan yang berbasis di Windsor. Pekerjaan baru ini akan menjadi tambahan untuk 2.500 pekerjaan yang akan diciptakan di pabrik baterai usaha patungan Stellantis-LG Energy Solution.

Adapun, Stellantis telah mengatakan telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam rencana produksi baterai di Eropa dan Amerika Utara untuk membantu memenuhi permintaan kendaraan listrik yang meningkat pada Maret lalu.

Baca Juga: Gandeng Stellantis, LG Energy Solution Akan Ekspansi Pabrik Baterai ke Kanada

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×