kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45688,11   9,81   1.45%
  • EMAS918.000 0,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sumber: China akan beli produk pertanian AS senilai US$ 50 miliar, tapi...


Jumat, 13 Desember 2019 / 08:11 WIB
Sumber: China akan beli produk pertanian AS senilai US$ 50 miliar, tapi...
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. REUTERS/Kevin Lamarque

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Seorang sumber Reuters membisikkan, Gedung Putih telah setuju untuk menangguhkan beberapa tarif atas barang-barang China dan mengurangi tarif lainnya. Itu merupakan balasan atas janji Beijing untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS pada tahun 2020. 

Dua orang sumber yang mendapatkan penjelasan singkat tentang negosiasi bilateral ini mengatakan, Amerika Serikat akan menangguhkan pemberlakuan tarif US$ 160 miliar pada barang-barang China yang diperkirakan mulai berlaku pada 15 Desember dan mencabut tarif yang sudah berlaku.

Sebagai imbalannya, Beijing akan setuju untuk membeli barang pertanian AS senilai US$ 50 miliar pada tahun 2020, dua kali lipat dari yang dibeli pada tahun 2017, sebelum konflik perdagangan dimulai. 

Baca Juga: Siap-siap, pelambatan ekonomi China kian dalam

Gedung Putih tidak merilis pernyataan resmi apa pun. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah persyaratan telah disetujui oleh kedua belah pihak atau tidak.

Dua orang sumber Reuters itu juga membisikkan, negosiator AS menawarkan untuk memotong tarif yang diberlakukan pada barang-barang China sebanyak 50% serta menangguhkan tarif baru yang dijadwalkan mulai berlaku pada hari Minggu dalam upaya untuk mengamankan "kesepakatan fase 1".

Melansir Reuters, perang perdagangan AS-Tiongkok telah memperlambat pertumbuhan global dan mengurangi keuntungan serta investasi bagi perusahaan di seluruh dunia. Amerika Serikat telah mengumumkan subsidi senilai US$ 28 miliar untuk para petani Amerika yang terkena dampak perselisihan tersebut.

Baca Juga: IMF: Tak ada yang menang dalam perang dagang

"Jika ditandatangani, ini adalah fase pertama yang menggembirakan yang meletakkan dasar di bawah kerusakan lebih lanjut dari hubungan bilateral," kata Presiden Dewan Bisnis AS-China Craig Allen kepada Reuters. "Tapi ini baru permulaan. Masalah yang dihadapi AS dan China sangat rumit dan multi-sisi. Semua itu tidak mungkin diselesaikan dengan cepat."




TERBARU

Close [X]
×