kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Swedia dan Denmark hentikan sementara vaksin Covid-19 Moderna untuk usia muda


Rabu, 06 Oktober 2021 / 21:33 WIB
Swedia dan Denmark hentikan sementara vaksin Covid-19 Moderna untuk usia muda
ILUSTRASI. Petugas menyiapkan vaksin Moderna. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Swedia dan Denmark menyatakan akan menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 Moderna pada kelompok usia yang lebih muda setelah laporan kemungkinan efek samping yang jarang terjadi, seperti miokarditis.

Mengutip Reuters, Rabu (6/10), Badan Kesehatan Swedia mengatakan akan berhenti menggunakan vaksin Moderna untuk orang yang lahir pada tahun 1991 dan kemudian karena data menunjukkan peningkatan miokarditis dan perikarditis di kalangan remaja dan dewasa muda yang telah divaksinasi. Kondisi tersebt melibatkan peradangan pada jantung atau lapisannya.

"Hubungannya sangat jelas ketika menyangkut vaksin Spikevax Moderna, terutama setelah dosis kedua," kata badan kesehatan itu dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan risiko terkena sangat kecil.

Denmark mengatakan bahwa, meskipun sudah menggunakan vaksin Pfizer/Biontech sebagai pilihan utama bagi orang-orang berusia 12-17 tahun, mereka telah memutuskan untuk berhenti memberikan vaksin Moderna kepada orang-orang di bawah 18 tahun sesuai dengan "prinsip kehati-hatian".

Baca Juga: Efektivitas vaksin Covid-19 Pfizer turun menjadi 44% setelah 6 bulan

"Dalam data awal ... ada kecurigaan peningkatan risiko peradangan jantung, ketika divaksinasi dengan Moderna," kata Otoritas Kesehatan Denmark dalam sebuah pernyataan.

Ini merujuk pada data dari studi Nordik yang belum dipublikasikan, yang sekarang akan dikirim ke European Medicines Agency (EMA) untuk penilaian lebih lanjut. Data akhir diharapkan dalam waktu satu bulan, tambahnya.

Swedia dan Denmark mengatakan mereka sekarang merekomendasikan vaksin Comirnaty, dari Pfizer/Biontech, sebagai gantinya.

Norwegia telah merekomendasikan vaksin Cominarty kepada anak di bawah umur dan mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya mengulangi hal ini, menggarisbawahi bahwa efek samping yang jarang dapat terjadi terutama untuk anak laki-laki dan laki-laki muda, dan terutama setelah menerima dosis kedua.

"Pria di bawah usia 30 tahun juga harus mempertimbangkan untuk memilih Cominarty ketika mereka divaksinasi," kata Geir Bukholm, kepala pengendalian infeksi di Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia, dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat kesehatan Finlandia mengatakan Finlandia diharapkan untuk mempublikasikan keputusan pada hari Kamis.

EMA menyetujui penggunaan Comirnaty pada bulan Mei, sementara Spikevax disetujui untuk anak-anak di atas 12 tahun pada bulan Juli.

Selanjutnya: Terpapar virus corona, berikut urutan gejala Covid-19

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×