kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Swiss Re : Klaim kerugian banjir Thailand lebih dari US$ 600 juta


Selasa, 06 Desember 2011 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. Warga berjalan di depan mural dengan tema COVID-19


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

ZURICH. Swiss Re Ltd perusahaan reasuransi terbesar kedua di dunia, memperkirakan klaim tertanggung akibat banjir di Thailand lebih dari US$ 600 juta.

"Dampak banjir pada ekonomi Thailand dan perusahaan yang beroperasi di sana mungkin signifikan dan bersifat jangka panjang," ujar Brian Gray, chief underwriting officer Swiss Re. Banjir juga memaksa beberapa perusahaan besar menutup kegiatan operasional di sana.

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra kemarin (3/12) bilang, banjir diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini setelah bagian utara Thailand mengalami curah hujan tertinggi sejak 50 tahun terakhir.

Perusahaan berbasis di Zurich tersebut memperkirakan banjir yang telah merenggut 657 nyawa itu berpotensi menyumbang kerugian hingga US$ 11 miliar.

"Klaim tersebut lebih tinggi dari yang diharapkan," terang Fabrizio Croce, analis Kepler Capital Markets. Ia memperkirakan, potensi klaim tersebut masih akan lebih tinggi dan belum selesai dihitung.

"Penghitungan potensi kerugian tersebut masih akan berlangsung dan masih ada yang tertunda hingga tahun depan," jelasnya.

Saham Swiss Re turun sebanyak 1,6% dalam perdagangan Zurich dan turun 0,7% di 49,36 Swiss franc pada 09:01.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×