kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Taiwan kerahkan F-16 saat pesawat pembom China terbang di sekitar pulau mereka


Senin, 10 Februari 2020 / 11:59 WIB
Taiwan kerahkan F-16 saat pesawat pembom China terbang di sekitar pulau mereka
ILUSTRASI. China meluncurkan pesawat tempur J-20 miliknya di sebuah pertunjukan udara di Zhuhai, Provinsi Guangdong, Cina, 1 November 2016.

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  TAIPEI. Hubungan Taiwan dan China kembali tegang. Hal itu dipicu aksi China yang menerbangkan pesawat tempur di sekitar pulau Taiwan pada hari Minggu (9/2) lalu. Pesawat tempur tersebut diketahui ternyata membawa misil yang dinilai Taiwan sangat berbahaya.

Merespon China, Angkatan Udara Taiwan menerbangkan pesawat tempur F-16 untuk membayangi salah satu pesawat pembom China. 

Mengutip Reuters, Senin (10/2), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, sejumlah jet tempur J-11 milik Tiongkok dan pesawat pembom H-6 terbang ke Selat Bashi ke selatan Taiwan.

Baca Juga: Para pekerja di China mulai masuk kantor setelah otoritas longgarkan pembatasan

Kemudian, jet tempur itu keluar ke Samudra Pasifik sebelum kembali ke pangkalan melalui Selat Miyako, yang terletak di antara pulau-pulau Jepang Miyako dan Okinawa, ke timur laut Taiwan.

"Selama periode penerbangan itu, militer nasional (Taiwan) dengan cepat menggunakan pesawat pengintai udara dan pasukan pertahanan udara sesuai dengan peraturan kesiapan tempur," katanya.

Angkatan udara Taiwan menggunakan F-16 buat Amerika Serikat untuk membayangi salah satu pembom H-6 Tiongkok menemukan ternyata pesawat tempur China tersebut membawa misil.

Baca Juga: China khawatir Prancis berlaku diskriminatif terhadap jaringan 5G Huawei

"Misi jarak jauh Partai Komunis China ini berdampak pada keamanan dan stabilitas regional dan membahayakan perdamaian dan kesejahteraan yang dimiliki oleh semua pihak di wilayah ini," kata kementerian itu.




TERBARU

Close [X]
×