Tak Seoptimistis Sebelumnya, WHO: Akhir Pandemi Masih Jauh, Masih di Terowongan Gelap

Jumat, 23 September 2022 | 23:00 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Tak Seoptimistis Sebelumnya, WHO: Akhir Pandemi Masih Jauh, Masih di Terowongan Gelap

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak seoptimistis pernyataan sebelumnya soal akhir pandemi Covid-19 sudah dekat. 

Dalam pernyataan pada Kamis (22/9) di sela-sela Majelis Umum PBB di New York, AS, Tedros tampak kurang optimistis. Dia bilang, "mampu melihat akhir, tidak berarti kita berada di akhir".

Tedros menegaskan kembali, dunia berada dalam posisi terbaik yang pernah ada untuk mengakhiri pandemi, dengan jumlah kematian mingguan akibat Covid-19 terus menurun. 

Saat ini, ia mengungkapkan, angka kematian akibat Covid-19 hanya 10% dari puncaknya pada Januari 2021.

Baca Juga: Joe Biden Sebut Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, Ini Tandanya

Tedros menyebutkan, dua pertiga populasi dunia sudah divaksinasi, termasuk tiga perempat petugas kesehatan dan orangtua.

"Kita telah menghabiskan dua setengah tahun di terowongan yang panjang dan gelap, dan kita baru saja mulai melihat cahaya di ujung terowongan itu," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Tapi, dia menekankan, "(cahaya) itu masih jauh, dan terowongannya masih gelap, dengan banyak rintangan yang bisa membuat kita tersandung jika kita tidak berhati-hati".

"Kita masih di dalam terowongan," tegasnya.

Baca Juga: WHO: Akhir dari Pandemi Covid-19 Sudah di Depan Mata

Dalam pembaruan epidemiologi terbaru, WHO mengatakan, lebih dari 9.800 kematian dilaporkan minggu lalu, turun 17% dari pekan sebelumnya. Sementara 3,2 juta kasus baru Covid-19 terkonfirmasi.

Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis WHO untuk Covid-19, mengungkapkan, virus corona masih "beredar pada tingkat yang intens", meskipun situasinya bervariasi di berbagai negara.

Tetapi, menurut dia, dunia memiliki alat yang dibutuhkan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Tujuan kami adalah mengakhiri keadaan darurat di semua negara. Dan kami akan terus melakukannya sampai kami mencapai tujuan itu," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Sejak awal pandemi, WHO mencatat, lebih dari 609 juta kasus dan sekitar 6,5 juta kematian akibat Covid-19.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru