kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.163   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.052   -46,25   -0,91%
  • KOMPAS100 651   -4,94   -0,75%
  • LQ45 515   -0,49   -0,10%
  • ISSI 170   -1,87   -1,09%
  • IDX30 290   0,36   0,12%
  • IDXHIDIV20 391   2,94   0,76%
  • IDX80 75   -0,42   -0,55%
  • IDXV30 109   1,57   1,46%
  • IDXQ30 98   0,09   0,10%

Tarif Donald Trump Gagal Kurangi Defisit Perdagangan AS


Jumat, 30 Oktober 2026 / 14:34 WIB
Tarif Donald Trump Gagal Kurangi Defisit Perdagangan AS
ILUSTRASI. USA-TRUMP/TEXAS (REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Agenda ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menghasilkan pertumbuhan ekonomi AS yang kokoh dan investasi yang kuat, namun gagal mengurangi defisit perdagangan.

Demikian menurut studi dari lembaga ekonomi Jerman, IW, yang dilihat oleh Reuters pada Jumat (30/10/2026).

Menurut IW, pemotongan pajak, tarif, dan upaya untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur dalam negeri yang dijalankan Trump telah memberikan hasil yang beragam.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS tetap solid dan investasi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan kinerja yang kuat.

Baca Juga: BOJ Tahan Suku Bunga 1,25%, Sinyalkan Kenaikan Lagi pada Desember

Namun penciptaan lapangan kerja tertinggal dibandingkan pemerintahan sebelumnya, dan inflasi tetap berada di atas target 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Lalu, defisit perdagangan barang AS mencapai US$ 130 miliar pada bulan Agustus 2026, melampaui tingkat yang tercatat dua tahun sebelumnya, meskipun telah diberlakukan tarif impor yang luas.

Kendati demikian, pola perdagangan AS telah bergeser. Pangsa Uni Eropa dalam defisit tersebut turun menjadi 7% dari sebelumnya 20% pada Agustus 2024. Pangsa Tiongkok dalam defisit perdagangan juga menurun menjadi 14% dari sebelumnya 29%.

Upaya untuk mengembalikan sektor manufaktur ke dalam negeri sejauh ini belum membuahkan hasil yang diharapkan. Arus investasi asing langsung (FDI) turun 8,2% menjadi $248 miliar pada tahun 2025, atau 18% di bawah rata-rata periode 2015–2024.

Perang AS-Israel melawan Iran meningkatkan utang publik yang memang sudah tinggi serta mendorong kenaikan suku bunga. Kondisi ini membuat para kreditur mempertanyakan apakah AS mampu mempertahankan utang yang beredar sebesar US$ 40 triliun.

Baca Juga: Kasus PHK di Singapura Tembus 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×