kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Tekanan Trump Paksa Oracle Batalkan Kesepakatan Cip AI Tencent


Rabu, 04 November 2026 / 16:53 WIB
Tekanan Trump Paksa Oracle Batalkan Kesepakatan Cip AI Tencent
ILUSTRASI. Logo Oracle terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 9 September 2025. REUTERS/Dado Ruvic/ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TEXAS. Tekanan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap China mulai merembet ke bisnis teknologi global. Oracle dikabarkan membatalkan kontrak penyewaan cip kecerdasan buatan (AI) senilai miliaran dolar AS dengan raksasa teknologi China, Tencent.

Mengutip laporan Financial Times yang dilansir Reuters (4/11/2026), keputusan Oracle tersebut diambil setelah perusahaan teknologi AS itu mendapat tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sejumlah pejabat AS dilaporkan telah menghubungi Oracle untuk menyampaikan kekhawatiran terkait kesepakatan penyewaan cip dengan Tencent. Namun, Financial Times tidak merinci lebih lanjut alasan di balik keberatan pemerintah AS tersebut.

Di sisi lain, Tencent juga mendapat tekanan dari pemerintah daerah di China. Sejumlah pejabat senior di Provinsi Guangdong, tempat perusahaan itu bermarkas, dilaporkan meminta Tencent mendukung penggunaan cip buatan dalam negeri.

Sebelumnya, Financial Times melaporkan Tencent telah menandatangani kesepakatan penyewaan cip dengan Oracle pada bulan lalu. Nilai kontrak tersebut diperkirakan mencapai US$ 7 miliar dan menjadi kesepakatan penyewaan cip luar negeri terbesar Tencent.

Melalui kesepakatan itu, Tencent seharusnya memperoleh akses terhadap sekitar 100.000 cip AI canggih. Perangkat tersebut tidak tersedia di China akibat pembatasan ekspor teknologi yang diberlakukan Washington maupun kebijakan Beijing.

Kontrak tersebut dirancang untuk berlangsung selama lima tahun dan mencakup sejumlah pusat data milik Oracle di kawasan Asia Tenggara.

Jika laporan pembatalan ini benar, langkah Oracle berpotensi menghambat upaya Tencent mendapatkan akses terhadap teknologi AI canggih dari luar China. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga mencerminkan ketatnya persaingan teknologi antara Washington dan Beijing.

Hingga berita ini ditulis, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan Financial Times. Oracle, Tencent, maupun Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×