kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.905   -4,00   -0,02%
  • IDX 5.978   51,54   0,87%
  • KOMPAS100 774   9,13   1,19%
  • LQ45 597   7,41   1,26%
  • ISSI 207   1,50   0,73%
  • IDX30 332   3,97   1,21%
  • IDXHIDIV20 427   4,83   1,15%
  • IDX80 89   1,04   1,19%
  • IDXV30 117   1,06   0,92%
  • IDXQ30 109   1,12   1,04%

Trump Mengklaim Taiwan Sepakat Membeli 30% LNG dari Proyek Pipa Alaska


Rabu, 14 Oktober 2026 / 09:52 WIB
Trump Mengklaim Taiwan Sepakat Membeli 30% LNG dari Proyek Pipa Alaska
ILUSTRASI. Donald Trump (via REUTERS/SAUL LOEB)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASILLA, ALASKA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Taiwan telah sepakat untuk membeli 30% gas alam cair (LNG) dari proyek pipa di Alaska.

Trump menyatakan hal tersebut dalam sebuah rapat umum di negara bagian Alaska pada Selasa (13/10/2026) seperti dilansir Reuters Rabu (14/10/2026), namun ketentuan kesepakatan itu tidak diketahui secara jelas.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick, yang juga hadir dalam rapat umum yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Partai Republik (Republican National Committee) itu menambahkan, Taiwan telah berkomitmen untuk menginvestasikan US$ 4,4 miliar dalam pengembangan pipa tersebut.

Kementerian Ekonomi Taiwan, yang bertanggung jawab atas kebijakan energi, tidak memberikan komentar segera.

Baca Juga: Sempat Tertunda, Jembatan China-Korea Utara Akan Dibuka 15 Oktober

Saat ditanya mengenai pernyataan Trump, Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai mengatakan kepada wartawan bahwa tugas pemerintah adalah "menstabilkan seluruh pasokan energi dan membangun ketahanannya, seperti yang dilakukan pemerintah di mana pun."

Pernyataan Trump muncul setelah para pejabat Taiwan pada bulan Februari mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan pembelian gas alam AS hingga mencakup sekitar sepertiga dari pasokan impor pulau tersebut tahun ini, serta mengurangi pembelian dari negara-negara lain.

Perusahaan energi milik negara Taiwan, CPC Corp, menandatangani perjanjian dengan Alaska Gasline Development Corp tahun lalu untuk membeli LNG dan berinvestasi dalam proyek pipa tersebut.

Investasi itu akan menjamin ketahanan energi Taiwan, kata Presiden Lai Ching-te pada saat itu.

Tahun lalu, Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan Taiwan, Pan Men-an, mengunjungi lokasi proyek LNG yang diusulkan di Alaska—proyek yang gencar dipromosikan oleh pemerintahan Trump kepada sekutu-sekutunya di Asia sebagai salah satu opsi pasokan.

Baca Juga: IMF Desak Negara Pangkas Belanja, Beban Utang Kian Berat

Jika dibangun, proyek LNG Alaska akan mengekspor hingga 20 juta metrik ton gas yang didinginkan hingga suhu sangat rendah (superchilled) tersebut setiap tahunnya. 

Hal ini akan membuka akses langsung bagi LNG produksi AS ke pasar Asia—termasuk Taiwan—tanpa harus melewati Terusan Panama atau memutari Tanjung Harapan, sehingga mengurangi waktu dan biaya pengangkutan.

Taiwan telah berkomitmen untuk meningkatkan pembeliannya dari Amerika Serikat secara besar-besaran, termasuk di sektor energi, guna mengurangi surplus perdagangan yang sangat timpang yang telah memicu kemarahan Washington.

Bulan lalu, Trump menyatakan bahwa Korea Selatan telah sepakat untuk berinvestasi dalam proyek pipa gas senilai US$ 54 miliar untuk proyek LNG Alaska, namun pihak Seoul menyatakan bahwa kesepakatan tersebut belum bersifat final.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×