kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.148   34,00   0,20%
  • IDX 7.513   54,11   0,73%
  • KOMPAS100 1.039   10,17   0,99%
  • LQ45 748   1,36   0,18%
  • ISSI 271   2,75   1,02%
  • IDX30 401   0,61   0,15%
  • IDXHIDIV20 488   -2,76   -0,56%
  • IDX80 116   0,77   0,67%
  • IDXV30 135   -0,01   -0,01%
  • IDXQ30 129   -0,68   -0,53%

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Sentil Totalitarianisme AS


Senin, 13 April 2026 / 12:25 WIB
Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Sentil Totalitarianisme AS
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian berfoto di Kremlin (Reuters/Vyacheslav Prokofyev)


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - KONTAN.CO.ID - Eskalasi politik di Timur Tengah memicu komunikasi intensif antara dua kekuatan besar. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon guna membahas perkembangan terkini serta memperkuat posisi strategis kedua negara.

Dalam percakapan tersebut, Presiden Pezeshkian memaparkan penilaian mendalam terkait hasil pembicaraan Iran-Amerika Serikat (AS) yang baru saja berlangsung di Islamabad pada 11 April 2024. 

Pezeshkian secara khusus melayangkan apresiasi atas sikap prinsipil Rusia yang konsisten memberikan dukungan di berbagai organisasi internasional. 

Presiden Prabowo Subianto Kembali Kunjungi Rusia, Deal Energi Minyak Apa Nuklir?

Tak hanya itu, Teheran juga berterima kasih atas kucuran bantuan kemanusiaan dari Moskow bagi rakyat Iran.

Merespons hal tersebut, Vladimir Putin menegaskan kesiapan Rusia untuk terus memfasilitasi pencarian solusi politik dan diplomatik. 

Putin menyatakan ambisinya untuk bertindak sebagai mediator guna memastikan terciptanya perdamaian yang adil dan abadi di kawasan Timur Tengah. Untuk memuluskan langkah ini, Rusia berkomitmen menjaga kontak erat dengan seluruh mitra regional.

Baca Juga: Putin Telepon Netanyahu dan Presiden Iran, Rusia Siap Jadi Mediator di Timur Tengah

Di sisi lain, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen bersama untuk semakin memperkokoh hubungan bertetangga antara Rusia dan Iran di seluruh lini bilateral. 

Menariknya, di tengah isu politik yang memanas, Pezeshkian tetap menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada Putin dan umat Kristen Ortodoks Rusia, menunjukkan kedekatan diplomasi budaya kedua negara.

Melalui unggahan di platform X, Masoud Pezeshkian turut memberikan pesan tegas kepada Washington. "Jika pemerintah Amerika meninggalkan paham totalitarianisme dan menghormati hak-hak bangsa Iran, jalan menuju kesepakatan pasti akan ditemukan," tulisnya.

Pezeshkian juga memberikan pujian khusus kepada tim negosiator Iran. "Saya memuji para anggota tim perunding, terutama saudara saya yang terhormat, Dr. Qalibaf, dan saya katakan 'Tuhan memberimu kekuatan'," pungkasnya.

Pada tanggal 13 April, Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang akan berada di Rusia dalam kunjungan kerja.

Kedua pemimpin akan membahas keadaan saat ini dan prospek masa depan kemitraan strategis antara Rusia dan Indonesia, serta sejumlah isu internasional dan regional terkini.

Putin Tawarkan Diri Jadi Penengah Konflik AS-Iran, Harapan Baru Perdamaian?




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×