CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Tencent dan Ant Hentikan Perdagangan NFT di Pasar Sekunder


Jumat, 01 Juli 2022 / 12:58 WIB
Tencent dan Ant Hentikan Perdagangan NFT di Pasar Sekunder
ILUSTRASI. Tencent. REUTERS/Aly Song/File Photo


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Beberapa perusahaan teknologi China termasuk Tencent Holdings dan Ant Group telah menandatangani pakta untuk menghentikan perdagangan sekunder untuk koleksi digital (NFT) dan mengatur sendiri aktivitas mereka di pasar.

Koleksi digital adalah salinan unik atau edisi terbatas dari item virtual. Biasanya ada elemen visual seperti seni digital, klip video, atau kartu perdagangan digital. Koleksi ini menggunakan teknologi blockchain untuk membuat token yang tidak dapat ditukarkan. 

Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk di antara 30 perusahaan dan lembaga yang telah menyetujui "Inisiatif Pengembangan Disiplin Industri Koleksi Digital". Mereka akan membantu mencegah perdagangan sekunder dan spekulasi dalam koleksi digital.

Shanghai Securities News melaporkan, bahwa inisiatif tersebut dipimpin oleh Asosiasi Industri Kebudayaan Tiongkok dan penandatangan lainnya termasuk Baidu dan JD.com.

Baca Juga: CMI Indonesia dan Tencent Cloud Memperkenalkan Cloud Network Integration Solution

Koleksi digital dalam bentuk token NFT telah menjadi sangat populer di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar berkat pasar sekunder yang aktif jika tidak sangat spekulatif

China tidak memiliki aturan yang jelas seputar NFT, tetapi negara tersebut telah memiliki tradisi panjang untuk membasmi spekulasi dalam bentuk apa pun atas dasar stabilitas keuangan. Perdagangan mata uang kripto, misalnya, dilarang.

Namun, banyak perusahaan China telah secara aktif bereksperimen dengan produk koleksi digital dalam beberapa bulan terakhir, dengan perusahaan raksasa seperti Tencent Holding dan Ant Group membuka pasar online mereka sendiri. 

Kantor berita resmi Xinhua juga mengeluarkan koleksi NFT pada Desember lalu. Penduduk Tiongkok Daratan hanya dapat membeli NFT menggunakan yuan Tiongkok.

Pakta pengaturan diri yang ditandatangani perusahaan pada Kamis dan berisikan 14 bab. Selain larangan perdagangan sekunder, penandatangan diminta untuk menerapkan otentikasi nama asli saat menjual barang koleksi digital kepada pengguna.

Pakta tersebut juga meminta platform untuk memastikan teknologi blockchain mereka aman dan terkendali. Kemudian cukup melindungi informasi pribadi pengguna.

Tencent, Ant, Baidu dan JD.com serta Asosiasi Industri Kebudayaan China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×