kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Tensi tinggi, staf konsulat AS di Chengdu tinggalkan gedung dengan penjagaan ketat


Senin, 27 Juli 2020 / 09:43 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, Cina 30 Juli 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - CHENGDU. Staf konsulat AS di Chengdu, China melakukan upaya terakhir untuk bersih-bersih di bekas tempat kerja mereka ini di tengah penjagaan yang ketat di luar gedung. 

Proses penutupan konsulat AS ini sendiri bak atraksi pertunjukan turis, karena banyaknya warga setempat yang berkumpul di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bursa Asia dibuka bervariasi pada perdagangan hari ini, dibayangi ketegangan AS-China

Namun polisi China baik yang berseragam maupun berpakaian preman tetap berjaga di seberang pintu masuk konsulat.

Penutupan konsulat di Houston dan Chengdu telah meningkatkan kemunduran tajam dalam hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia ini.

Padahal sebelumnya sudah membutuk di tengah perselisihan tentang perdagangan dan teknologi, pandemi COVID-19, klaim teritorial Tiongkok di Laut China Selatan dan tindakan keras China terhadap Hong Kong.

Baca Juga: Tenggat waktu hari ini, staf konsulat AS di Chengdu bersiap kosongkan gedung

Polisi meminta warha untuk pindah ketika kerumunan terbentuk di luar konsulat, ketika penonton mengambil foto dan video dari apa yang mereka harapkan akan menjadi yang terakhir kalinya untuk melihat kompleks tersebut berada di tangan AS. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×