kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Terapkan Pembatasan Covid-19 Secara Ketat, Investasi AS ke China Diramal Menyusut


Selasa, 17 Mei 2022 / 09:37 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, Cina 30 Juli 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SHENZHEN. Pebisnis Amerika Serikut menyebut kontrol ketat China atas kasus COVID-19 akan menghambat investasi asing ke negara tersebut selama beberapa tahun mendatang seiring pembatasan perjalanan yang ketat.

Presiden Kamar Dagang AS menyebut ada beberapa tanda bahwa perusahaan-perusahaan Amerika akan meninggalkan pasar China karena perkembangan penanganan kasus corona di negara tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan investasi yang sedang berlangsung dan potensinya di masa depan oleh perusahaan asal AS dan negara lainnya ke China karena tidak bisa mendapatkan akses dalam hal perjalanan," katanya.

Baca Juga: Inilah Acara yang Disebut sebagai Ajang Penyebaran Besar-besaran Covid-19 di Korut

"Sayangnya penguncian COVID pada tahun ini dan pembatasan selama dua tahun terakhir bisa berlanjut dalam tiga, empat hingga lima tahun ke depan. Kemungkinan besar kita akan melihat penurunan investasi," lanjutnya.

Saat sebagian besar negara di dunia telah mencabut pembatasan dalam menangani virus corona, China secara ketat membatasi penerbangan ke negara tersebut dan bersikeras bahwa pendekatan nol-COVID diperlukan untuk mencegah sumber daya kesehatan negara itu kewalahan.

Hart bilang pembatasan yang sangat ketat juga membuat perusahaan asing dengan rantai pasokan di China mencari sumber alternatif untuk mengurangi gangguan bisnis.




TERBARU

[X]
×