kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,22   12,92   1.59%
  • EMAS1.026.000 -2,84%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Terbanyak di Benua Afrika, kasus virus corona di Afrika Selatan tembus 500.000


Minggu, 02 Agustus 2020 / 07:16 WIB
Terbanyak di Benua Afrika, kasus virus corona di Afrika Selatan tembus 500.000
ILUSTRASI. Upaya penyebaran virus corona di Afrika Selatan.

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JOHANNESBURG. Penyebaran virus corona secara global belum juga mendekati akhir. Terbaru, dari Benua Afrika, total jumlah kasus Covid-19 hampir mencapai 1 juta.

Berdasarkan perhitungan Reuters, kasus virus corona di Benua Afrika mencapai 934.558 kasus dengan 19.752 kematian dan 585.567 yang dinyatakan pulih. 

Afrika Selatan menjadi penyumbang utama dalam penyebaran virus corona di Benua Afrika tersebut. Sabtu (1/8) Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengkonfirmasi, total kasus Covid-19 di negaranya telah melampaui 500.000 kasus. 

Baca Juga: Kuwait melarang penerbangan ke negara-negara yang berisiko tinggi Covid-19

Hal tersebut terjadi setelah negara paling maju di Benua Afrika itu mencatat tambahan 10.107 kasus Covid-19 secara harian. Ini membuat total kasus penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona itu capai 503.290. 

Sejauh ini, lebih dari 3 juta orang telah diuji untuk virus corona di Afrika Selatan, yang mengkonfirmasi kasus pertamanya lima bulan lalu. dan 8.153 kematian telah dicatat. 

Afrika Selatan memberlakukan penguncian nasional pada akhir Maret untuk mengekang penyebaran virus. Negara tersebut kini sudah melakukan relaksasi dengan meredakan banyak pembatasan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, seperti yang dilakukan sejumlah negara di seluruh benua, setelah sebagian besar dari populasi yang miskin dan menghadapi kelaparan .

"Penguncian berhasil menunda penyebaran virus lebih dari dua bulan, mencegah peningkatan infeksi yang tiba-tiba dan tidak terkendali pada akhir Maret," kata Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dalam pernyataan terpisah.

Karena pembatasan telah mereda, infeksi telah melonjak selama dua bulan terakhir.



TERBARU

[X]
×