Thailand Memulai Program 1 Juta Tanaman Ganja

Jumat, 10 Juni 2022 | 16:36 WIB Sumber: Reuters
Thailand Memulai Program 1 Juta Tanaman Ganja

ILUSTRASI. Pameran manfaat Ganja di Buriram Thailand


KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thailand resmi meluncurkan kampanye 1 juta tanaman ganja yang dibagikan secara gratis pada Jumat (10/6). Kebijakan ini keluar sehari setelah mendekriminalisasi tumbuhan ini untuk tujuan komersial, tetapi tetap mencegah orang mabuk dan memperingatkan masih bisa melanggar hukum.

Asal tahu, Thailand melegalkan ganja sebagai obat pada tahun 2018 untuk penggunaan medis tetapi sekarang mulai mengembangkannya sebagai tanaman komersial dan membangun industri lokal yang menguntungkan.

“Jangan menggunakannya dan duduk tersenyum di rumah dan tidak menyelesaikan pekerjaan apa pun. Hal-hal itu bukan kebijakan kami,” kata Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul saat peluncuran kampanye di provinsi timur laut Buriram, tempat 1.000 tanaman pertama didistribusikan.

"Stigma itu sudah kita hapus, hanyut seperti menghilangkan tato. Jangan sampai muncul lagi," ujarnya seraya menambahkan bahwa ganja harus digunakan untuk meningkatkan kesehatan.

Baca Juga: Resmi Legal untuk Medis, Pemerintah Thailand akan Distribusikan 1 Juta Biji Ganja

Pada hari Kamis, ganja dihapuskan dari daftar narkotika negara itu, memungkinkan orang menanam tanaman itu jika mereka mendaftar di aplikasi pemerintah.

Namun pihak berwenang mengecilkan penggunaan rekreasi dan merokok di depan umum dapat dikenai hukuman penjara dan denda.

Senyawa psikoaktif dalam ganja, tetrahydrocannabinol atau THC, dibatasi hingga 0,2% dalam ekstrak ganja dan produk yang dapat dijual di Thailand, termasuk minyak dan permen.

Menanam ganja di rumah memerlukan pendaftaran dengan aplikasi smartphone pemerintah, PlookGanja atau "tumbuh ganja".

Anutin mengatakan lebih dari 300.000 orang telah mendaftar ke aplikasi tersebut, yang memiliki jutaan unduhan dari orang-orang yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang ganja.

Menurut departemen pemasyarakatan Thailand, 3.000 orang telah dibebaskan dari penjara setelah ditahan atas kejahatan terkait ganja sejak undang-undang tersebut diubah minggu ini.

Editor: Yudho Winarto

Terbaru