Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Thailand memperkirakan ekonomi negaranya tumbuh 2,5% pada 2027, didorong kebijakan yang berfokus pada investasi.
Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 3% dalam tiga tahun ke depan.
Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengatakan, dirinya optimistis target pertumbuhan 2,5% pada 2027 dapat tercapai.
Proyeksi tersebut menjadi perkiraan pertumbuhan pertamanya untuk tahun depan sejak menjabat.
Baca Juga: Pendaftaran Ditutup, Ini 5 Kandidat Dirjen WHO, Ada Budi Gunadi Sadikin
Menurut Ekniti, pemerintah akan mendorong investasi domestik dan asing, termasuk di sektor semikonduktor dengan segmen khusus.
"Dalam pandangan saya, pertumbuhan ekonomi kemungkinan bisa lebih tinggi dibandingkan perkiraan Bank of Thailand maupun pihak lainnya," kata Ekniti kepada Reuters dalam wawancara, Jumat (25/9/2026).
Ia menambahkan, pemerintah perlu terus meningkatkan investasi domestik untuk mengurangi ketergantungan Thailand terhadap sektor ekspor.
"Kami perlu terus mendorong investasi domestik agar tumbuh lebih jauh dan mengurangi ketergantungan pada sektor ekspor," ujarnya.
Optimisme pemerintah Thailand tersebut berada di atas proyeksi Bank of Thailand. Pekan lalu, Wakil Gubernur Bank of Thailand Don Nakornthab mengatakan bank sentral masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3% untuk 2026 dan 1,8% pada 2027.
Don juga memperkirakan pertumbuhan potensial Thailand berada di level 2,7% dan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun untuk kembali mencapai tingkat tersebut.
Baca Juga: Harga Tembaga Naik Tipis Jumat (25/9), Pasokan China Makin Ketat
Inflasi dan baht
Ekonomi Thailand tumbuh 1,9% secara tahunan pada kuartal II-2026, melambat cukup tajam dari pertumbuhan 2,8% pada kuartal sebelumnya.
Perekonomian Thailand yang tumbuh 2,4% pada tahun lalu masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti produktivitas yang lemah, permintaan yang lesu, tingginya utang rumah tangga dan rendahnya investasi.
Ekniti mengatakan pemerintah tidak mengkhawatirkan inflasi. Inflasi diperkirakan tetap berada di bawah 3% pada tahun ini maupun tahun depan.
Ia juga menilai pelemahan baht dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Thailand, tetapi pergerakannya perlu tetap stabil.
Baca Juga: Bank Sentral Hungaria Buka Peluang Pangkas Suku Bunga Lagi Tahun Ini
Sepanjang tahun ini, baht telah melemah 5,6% terhadap dolar AS. Sementara itu, inflasi utama Thailand meningkat menjadi 2,53% pada Agustus, tetapi masih berada dalam target bank sentral sebesar 1%-3%.
Program subsidi konsumen yang telah berjalan selama empat bulan diperkirakan menyumbang 0,4%-0,5% terhadap pertumbuhan ekonomi Thailand pada 2026.
Pemerintah pada pekan ini memperpanjang program tersebut hingga November dengan alokasi anggaran 43 miliar baht atau sekitar US$1,29 miliar.
Anggaran itu merupakan bagian dari program pinjaman pemerintah yang lebih luas senilai 400 miliar baht.
"Kami menargetkan subsidi diberikan untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan biaya hidup. Karena itu, kami memperkirakan program ini hanya bersifat jangka pendek," kata Ekniti yang juga menjabat wakil perdana menteri Thailand.
"Kami berencana menguranginya dan berupaya mendorong investasi ke depan," lanjutnya.
Baca Juga: Xi Minta Trump Tegas Tolak Kemerdekaan Taiwan, Taipei Bereaksi
Thailand bidik investasi semikonduktor
Selain kebijakan fiskal, Thailand juga mengandalkan investasi sektor teknologi untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah Thailand menargetkan investasi sektor semikonduktor mencapai US$80 miliar hingga 2050 serta menciptakan lebih dari 230.000 lapangan kerja.
Target tersebut merupakan bagian dari strategi nasional yang diumumkan pada Kamis (24/9/2026) untuk membangun ekosistem industri chip domestik yang terintegrasi.
Strategi tersebut juga menargetkan pendapatan tahunan sebesar US$150 miliar dari industri semikonduktor.
"Kami cukup kuat di bidang fotonik, penginderaan dan unit daya. Jadi, kami ingin bergerak ke arah tersebut," ujar Ekniti.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Pengiriman Minyak Tembus 33,7 Juta Barel
Pemerintah, lanjut dia, akan memberikan berbagai insentif dan bekerja sama dengan sektor swasta untuk menarik lebih banyak investasi.
Ekniti mengatakan, pemerintah juga bekerja sama dengan bank sentral untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha kecil.
Di sisi fiskal, rasio utang publik terhadap produk domestik bruto (PDB) diperkirakan meningkat menjadi 68%-69% pada tahun ini. Meski demikian, level tersebut masih berada di bawah batas 70% yang ditetapkan pemerintah.
Ekniti menilai stabilitas politik menjadi salah satu faktor positif bagi perekonomian Thailand.
Menurutnya, pemerintahan koalisi yang hanya terdiri dari dua partai dapat memberikan stabilitas untuk menjalankan kebijakan ekonomi secara konsisten.














