Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack kembali menegaskan pandangannya bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) perlu segera menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi yang masih terlalu tinggi sekaligus membatasi pertumbuhan dan investasi bisnis.
Hammack mengatakan, kondisi perekonomian saat ini menunjukkan perusahaan masih memiliki minat besar untuk mendapatkan pendanaan dan meningkatkan investasi.
Baca Juga: Inflasi Sisi Produsen AS Stagnan di Juli, Lebih Rendah dari Konsensus Proyeksi
"Ketika saya berbicara dengan para pelaku usaha, saya mendengar bahwa mereka bersemangat untuk menghimpun dana dan meminjam sehingga dapat terus berinvestasi," ujar Hammack dalam acara Dayton Area Chamber of Commerce di Dayton, Ohio dikutip Reuters, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, optimisme perusahaan terhadap peluang pertumbuhan merupakan hal positif bagi perekonomian.
Namun, pertumbuhan bisnis yang terlalu kuat berpotensi meningkatkan tekanan terhadap harga barang dan jasa.
"Saya ingin mereka terus melihat peluang pertumbuhan, tetapi jika pertumbuhan itu terlalu besar, hal tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap kenaikan harga dan meningkatkan tekanan inflasi," katanya.
Hammack menilai, kebijakan moneter perlu memberikan tingkat pengetatan tertentu untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak semakin mendorong inflasi.
"Kita perlu memastikan ada sejumlah pengekangan yang berasal dari kebijakan sehingga kita dapat menurunkan inflasi dari angka di atas 3% kembali ke target 2%," ujarnya.
Baca Juga: Kongo Laporkan Kematian Akibat Ebola di Provinsi Baru
Pandangan Hammack tersebut menunjukkan sikap yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi pasar yang saat ini mulai memperkirakan ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter AS.
Data inflasi konsumen AS pada Juli menunjukkan kenaikan sebesar 0,1% secara bulanan, sesuai dengan ekspektasi pasar. Data tersebut turut mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dalam jangka pendek.
Namun, Hammack menilai inflasi masih berada jauh di atas target 2% The Fed sehingga kebijakan moneter tetap perlu diarahkan untuk mengendalikan tekanan harga.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
