Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - PARIS. TotalEnergies semakin mendekati keputusan investasi final atau final investment decision (FID) untuk proyek Papua LNG di Papua Nugini. Perusahaan energi asal Prancis tersebut menyatakan sejumlah hambatan kontraktual dan komersial dalam proyek telah berhasil diselesaikan.
Mengutip Reuters (7/9), TotalEnergies mengatakan proses tender untuk pekerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) fasilitas liquefied natural gas (LNG) telah rampung. Kontrak-kontrak tersebut kini tinggal menunggu persetujuan dari para mitra usaha patungan.
Kemajuan ini sekaligus membawa proyek Papua LNG semakin dekat dengan target FID yang sebelumnya dipatok pada November 2026 oleh Chief Executive Officer TotalEnergies Patrick Pouyanné.
Dari sisi investasi, TotalEnergies berhasil memangkas biaya proyek hampir US$4 miliar sejak 2024. Penghematan tersebut diperoleh melalui tender ulang sejumlah kontrak dan optimalisasi desain proyek.
Dengan efisiensi tersebut, belanja modal Papua LNG kini diperkirakan sekitar US$14 miliar. Penurunan biaya menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kelayakan ekonomi proyek gas berskala besar tersebut.
Dalam perkembangan lainnya, TotalEnergies menyerahkan kendali operasional Papua LNG kepada ExxonMobil. Perusahaan asal Amerika Serikat itu sebelumnya telah mengoperasikan fasilitas PNG LNG yang berada di sekitar lokasi proyek.
TotalEnergies juga akan melepas sebagian kepemilikannya sebesar 9,1% kepada para mitra usaha patungan. Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan kepemilikan 20% di Papua LNG sehingga hak atas produksi LNG yang diperolehnya tidak berubah.
Para mitra proyek juga telah menyelesaikan revisi perjanjian gas dengan pemerintah Papua Nugini. Selain itu, mereka membentuk usaha patungan pemasaran LNG bersama Kumul Petroleum untuk memasarkan 2,4 juta metrik ton per tahun (Mtpa) dari total produksi Papua LNG yang mencapai 5,6 Mtpa.
TotalEnergies juga memperoleh akses terhadap 1,5 Mtpa LNG melalui kesepakatan offtake untuk memenuhi kebutuhan portofolio LNG miliknya.
Jika FID tercapai sesuai target, Papua LNG akan menjadi salah satu proyek besar yang memperkuat portofolio gas alam cair TotalEnergies sekaligus meningkatkan kapasitas ekspor LNG Papua Nugini.














