Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - PARIS. Perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies, pada Jumat (24/4/2026) menyetujui investasi sebesar US$ 1,2 miliar untuk pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas 1 gigawatt di Kazakhstan.
Keputusan investasi final untuk proyek Mirny ini diambil di tengah sengketa hukum yang masih berlangsung di negara tersebut. TotalEnergies saat ini tengah menggugat denda lingkungan sebesar US$ 4,6 miliar serta menghadapi perselisihan biaya bernilai miliaran dolar terkait ladang minyak lepas pantai Kashagan di Laut Kaspia, yang dioperasikan bersama sejumlah perusahaan energi besar lainnya.
Langkah TotalEnergies melanjutkan investasi ini berbeda dengan mitranya dalam konsorsium Kashagan, Shell, yang memilih menunda investasi lanjutan di Kazakhstan akibat sengketa tersebut.
Baca Juga: Ekspor Thailand Melonjak 18,7% pada Maret 2026, Ditopang Permintaan Produk Teknologi
Proyek Mirny akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 600 megawatt-hour. Dalam proyek ini, TotalEnergies akan memegang saham mayoritas sebesar 60%, sementara perusahaan milik negara Kazakhstan, KazMunayGas, dan Samruk Energy masing-masing memiliki 20%.
Proyek ini juga akan menjadi bagian dari kemitraan energi terbarukan di Asia yang dibentuk TotalEnergies dengan perusahaan Uni Emirat Arab, Masdar, dengan skema kepemilikan 50:50. Melalui kemitraan tersebut, perusahaan dapat berbagi biaya investasi. Sekitar 75% pendanaan proyek berasal dari sumber eksternal, dan proyek ini ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada 2029.
TotalEnergies saat ini terus memperluas portofolio energi terbarukannya yang telah mencapai 31 gigawatt terbesar di antara perusahaan minyak global dengan target mencapai kapasitas terpasang bruto sebesar 100 gigawatt pada 2030. Sebagian pertumbuhan tersebut akan didorong oleh penyediaan sistem energi terbarukan bagi klien minyak dan gas, termasuk proyek multi-energi unggulan di Irak yang menggabungkan desalinasi air laut, tenaga surya, dan pemanfaatan gas buang.
Senior Vice President bidang energi terbarukan TotalEnergies, Olivier Jouny, menyatakan proyek ini merupakan salah satu inisiatif energi terbarukan terbesar di Kazakhstan dan diharapkan dapat mendukung target negara tersebut untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam pembangkit listrik menjadi 15% pada 2030.
Baca Juga: Gencatan Senjata Israel–Lebanon Diperpanjang, Ketegangan AS-Iran Belum Reda












