kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Ekspor Thailand Melonjak 18,7% pada Maret 2026, Ditopang Permintaan Produk Teknologi


Jumat, 24 April 2026 / 16:01 WIB
Ekspor Thailand Melonjak 18,7% pada Maret 2026, Ditopang Permintaan Produk Teknologi
ILUSTRASI. THAILAND-POLLUTION/ (REUTERS/Jittrapon Kaicome)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Ekspor Thailand mencatat pertumbuhan signifikan pada Maret 2026 dengan kenaikan sebesar 18,7% secara tahunan, didorong oleh tingginya permintaan produk elektronik, khususnya yang terkait kecerdasan buatan (AI) dan peralatan pusat data.

Kementerian Perdagangan Thailand pada Jumat menyatakan capaian tersebut jauh melampaui proyeksi dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan hanya 9,75%, serta lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 9,9% pada bulan sebelumnya.

Nilai ekspor pada Maret mencapai US$ 35,16 miliar, menjadi rekor bulanan tertinggi. Secara keseluruhan, ekspor Thailand telah meningkat selama 21 bulan berturut-turut.

Baca Juga: Thailand Kaji Cari Pinjaman Darurat Rp 240 Triliun untuk Stabilkan Ekonomi

Kepala Kantor Kebijakan dan Strategi Perdagangan, Nantapong Chiralerspong, mengatakan ekspor sebagai pendorong utama ekonomi Thailand diperkirakan masih mendapat dukungan dari siklus industri teknologi global. Namun, sejumlah risiko tetap membayangi, termasuk konflik di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, serta fluktuasi harga komoditas.

Dalam skenario dasar, pemerintah memperkirakan ekspor Thailand akan tumbuh sekitar 3% sepanjang tahun ini, dengan tren pertumbuhan diperkirakan berlanjut pada April. Sebagai perbandingan, ekspor Thailand tumbuh 12,9% pada tahun lalu.

Pada kuartal pertama 2026, ekspor Thailand meningkat 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi tujuan ekspor, pengiriman ke Amerika Serikat pasar terbesar Thailand melonjak 41,9% pada Maret. Sebaliknya, ekspor ke China turun 1,1%, sementara pengiriman ke kawasan Timur Tengah merosot tajam sebesar 57,1%.

Berdasarkan jenis produk, ekspor barang industri naik 21,4% secara tahunan, sedangkan produk pertanian turun 10,7%. Volume ekspor beras juga mengalami penurunan sebesar 20,5% pada Maret dibandingkan tahun sebelumnya, serta turun 9,6% menjadi 1,64 juta ton selama periode Januari–Maret.

Baca Juga: Thailand Kaji Utang Darurat US$15,6 Miliar, Respons Tekanan Harga Minyak

Sementara itu, impor Thailand pada Maret meningkat 35,7% secara tahunan, yang menyebabkan defisit neraca perdagangan sebesar US$ 3,34 miliar pada bulan tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×