kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Tren Belanja Iklan Turun, Kinerja Perusahaan Media Sosial Diramal Bakal Tertekan


Jumat, 27 Mei 2022 / 13:39 WIB
Tren Belanja Iklan Turun, Kinerja Perusahaan Media Sosial Diramal Bakal Tertekan
ILUSTRASI. Ilustrasi media sosial. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan platform media sosial akan menghadapi tekanan kinerja tahun ini setelah tahun lalu mencatatkan pertumbuhan pendapatan signifikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Perusahaan seperti Alphabet Inc, Meta Platform Inc, Snap Inc. dan Twitter Inc mengahdapi kenyataan menyedihkan karena tren periklanan yang didorong oleh pandemi mulai menghilang.

Perusahaan riset MoffettNathanson memangkas estimasi pendapatan untuk masing-masing dari empat perusahaan pada tahun 2025 dengan persentase dua digit.

Pengeluaran iklan digital AS melonjak 38% pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Alphabet, platform periklanan digital terbesar di dunia, membukukan rekor pendapatan US$ 257 miliar tahun itu.

Baca Juga: Pasar Kripto Ambrol, Sejumlah Harga Mata Uang Kripto Jatuh di Atas 10%

Ketika perusahaan-perusahaan media sosial telah memperingatkan tekanan dari inflasi, perang Ukraina, dan berakhirnya peningkatan iklan yang disebabkan oleh Covid, laporan tersebut memprediksi untuk pertama kalinya faktor-faktor itu berpotensi terdampak terhadap pendapatan selama beberapa tahun ke depan.

"Setelah bertahun-tahun mengalami uber-bullish, kami benar-benar prihatin dengan pertumbuhan jangka panjang dalam periklanan digital," tulis Michael Nathanson, seorang analis di MoffettNathan dalam laporannya dikutip Reuters, Jumat (27/5). 

Pertumbuhan di pasar periklanan tahun lalu sebagian didorong oleh lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam profitabilitas di perusahaan yang menghemat uang untuk ruang kantor dan ekspansi dan memiliki lebih banyak untuk dibelanjakan untuk pemasaran, serta pengeluaran merek untuk iklan untuk mendorong pelanggan berbelanja online.

Tetapi e-commerce sebagai persentase dari penjualan ritel telah turun kembali ke tingkat sebelum pandemi, dan pengeluaran perusahaan kemungkinan akan meningkat karena pekerja kembali ke kantor, menurut laporan tersebut.

MoffettNathan kini memperkirakan iklan online di Amerika Serikat tumbuh sebesar 12,5% per tahun hingga 2025, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 18,5% pertumbuhan tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×