Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Singapura berencana mengatur penjualan trading card pack sebagai bagian dari upaya membatasi risiko unsur perjudian dalam penjualan blind box.
Mengutip laporan Channel News Asia (CNA), Jumat (27/2), Kementerian Dalam Negeri Singapura atau Ministry of Home Affairs (MHA) menyatakan, tengah menyusun regulasi untuk mengatur penjualan blind box, termasuk paket kartu koleksi (trading cards).
Blind box merupakan kemasan tersegel yang isi produknya biasanya mainan koleksi, figurine, atau kartu tidak diketahui pembeli saat transaksi dilakukan.
Baca Juga: Kasus Kripto Korsel: 22 Bitcoin Sitaan Senilai US$1,4 Juta Hilang, 2 Orang Ditangkap
“MHA dan Gambling Regulatory Authority (GRA) bermaksud memperkenalkan regulasi untuk mengatur penjualan blind box, termasuk trading card pack, guna memitigasi risiko dorongan perjudian,” demikian pernyataan MHA kepada CNA.
Saat ini, regulasi tersebut masih dalam tahap perumusan. Pemerintah akan mengumumkan rincian aturan dan jadwal implementasi setelah proses penyusunan rampung.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam dalam sidang parlemen menyampaikan bahwa kementeriannya bersama GRA tengah menyusun kerangka pengaturan terkait mekanisme penawaran blind box.
Di bawah Gambling Control Act, beberapa bentuk perjudian berisiko rendah seperti undian berhadiah diperbolehkan melalui skema lisensi kelas (class licence), tanpa perlu mengajukan izin khusus kepada regulator.
Namun, sejumlah lembaga layanan sosial di Singapura memperingatkan bahwa normalisasi pembelian blind box dan permainan berbasis peluang dapat menimbulkan kekhawatiran serius, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
Baca Juga: Bursa Australia Menutup Februari dengan Performa Terbaik Sejak 2019
Sensasi ketidakpastian dalam membuka kemasan dinilai berpotensi memicu perilaku kompulsif, bahkan meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.
Langkah regulasi ini menandai sikap lebih tegas pemerintah Singapura dalam menyeimbangkan tren produk koleksi dengan perlindungan konsumen, terutama kelompok usia muda, dari potensi dampak perilaku menyerupai perjudian.













