kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Trump Akan Hadiri Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol VS Argentina


Jumat, 17 Juli 2026 / 17:07 WIB
Trump Akan Hadiri Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol VS Argentina
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump dipastikan akan menghadiri partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan juara bertahan Argentina (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipastikan akan menghadiri partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan juara bertahan Argentina pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Kepastian tersebut disampaikan Gedung Putih pada Kamis (16/7/2026).

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump akan berada di New York pada Jumat (17/7/2026) untuk menghadiri resepsi FIFA yang digelar di Trump Tower, Manhattan. Setelah itu, ia dijadwalkan menghadiri laga final di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi kehadiran Trump yang sebelumnya telah disinggung Presiden FIFA Gianni Infantino bulan lalu. Infantino mengatakan bahwa dirinya akan menyerahkan trofi juara bersama Trump.

"Kami akan bersama presiden, menikmati pertandingan final dan tentu saja menyerahkan trofi kepada pemenang," ujar Infantino pada 23 Juni dalam acara "Fox & Friends".

Kehadiran kepala negara dalam laga final Piala Dunia bukanlah hal baru. Sejumlah pemimpin dunia sebelumnya juga menghadiri pertandingan puncak sekaligus terlibat dalam seremoni penyerahan trofi, termasuk pada Piala Dunia di Qatar pada 2022 dan Rusia pada 2018.

Baca Juga: Warga Buenos Aires Dukung Pemain Argentina soal Spanduk Malvinas

Meski demikian, baik Trump maupun Wakil Presiden JD Vance belum pernah menghadiri satu pun dari 102 pertandingan yang telah digelar sepanjang turnamen Piala Dunia tahun ini. Ajang tersebut diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sejumlah anggota kabinet pemerintahan Trump sempat hadir dalam pertandingan yang melibatkan tim nasional sepak bola putra Amerika Serikat di California dan Seattle.

"Kehadiran presiden akan menjadi penutup dari Piala Dunia yang paling banyak ditonton, paling aman, dan paling sukses dalam sejarah Amerika Serikat," kata Leavitt.

Amerika Serikat sebelumnya hanya satu kali menjadi tuan rumah Piala Dunia putra, yakni pada 1994.

Selama dua periode kepemimpinannya, Trump diketahui beberapa kali menghadiri berbagai ajang olahraga bergengsi, termasuk Super Bowl, turnamen tenis AS Terbuka, Ryder Cup, dan Daytona 500. Pada November 2024, ia juga hadir dalam ajang UFC di Madison Square Garden.

Bulan lalu, Trump menghadiri UFC Freedom 250 yang digelar di South Lawn Gedung Putih, serta menyaksikan pertandingan ketiga Final NBA antara New York Knicks dan San Antonio Spurs di Madison Square Garden.

Baca Juga: Bursa Global Tertekan oleh Aksi Jual Saham Chip, Harga Minyak Terus Menguat

Musim panas tahun lalu, Trump juga berada di lokasi yang sama dengan venue final Piala Dunia kali ini saat menghadiri final Piala Dunia Antarklub. Dalam kesempatan tersebut, ia ikut berada di panggung ketika klub Inggris Chelsea mengangkat trofi juara.

Hubungan Trump dan FIFA juga terlihat dari sejumlah agenda bersama. Infantino pernah mendampingi Trump mengumumkan pengundian Piala Dunia pada Desember tahun lalu di Kennedy Center, Washington. Selain itu, Infantino juga menyerahkan penghargaan FIFA Peace Prize pertama kepada Trump.

Trump sebelumnya sempat mengakui telah menghubungi Infantino untuk meninjau hukuman kartu merah yang diterima penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah melakukan pelanggaran dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina pada 1 Juli.

Akibat kartu merah tersebut, Balogun otomatis dilarang tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia pada 6 Juli. Infantino membenarkan bahwa dirinya menerima telepon dari Trump, yang secara terbuka meminta agar Balogun dapat bermain. Namun, Presiden FIFA itu menegaskan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam proses pengambilan keputusan.

FIFA kemudian menangguhkan larangan bermain selama satu pertandingan tersebut pada 5 Juli, sehingga Balogun tetap dapat tampil di tengah kontroversi yang muncul. Meski demikian, Amerika Serikat akhirnya tersingkir setelah kalah 1-4 dari Belgia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×