Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menggunakan pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9/2026), untuk membela perang dengan Iran sekaligus menonjolkan upaya diplomasi pemerintahannya.
Pejabat Gedung Putih mengatakan Trump akan menyampaikan bahwa perang dengan Iran diperlukan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Trump juga diperkirakan menyoroti kemajuan upaya perdamaian dan agenda yang dinilai memperkuat kepentingan AS di tengah konflik Timur Tengah dan perang Ukraina yang belum berakhir.
Baca Juga: Perang Iran Jadi Beban Politik, Trump Dikabarkan Cari Jalan Keluar
"Trump akan menekankan bahwa tindakan AS mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," kata pejabat Gedung Putih tersebut, yang berbicara tanpa menyebutkan nama.
Trump juga diperkirakan kembali mengkritik PBB dan lembaga internasional yang dinilai pemerintahannya terlalu jauh mencampuri kedaulatan AS. Pidatonya dijadwalkan berlangsung pukul 09.55 waktu setempat atau 13.55 GMT.
Setelah pidato, Trump dijadwalkan bertemu sedikitnya 11 pemimpin dunia, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen serta perwakilan Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, Bahrain, Kuwait dan Qatar.
Pertemuan dengan negara-negara Teluk menjadi penting karena kawasan tersebut menghadapi meningkatnya aktivitas kelompok Houthi yang didukung Iran.
Kelompok itu menguasai sebagian wilayah Yaman, menyerang Arab Saudi dan mengancam jalur pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb.
Baca Juga: Paus Leo Mendesak Trump Mencari Jalan Keluar untuk Mengakhiri Perang Iran
Perang AS-Israel dengan Iran juga menjadi tekanan politik bagi Trump. Konflik tersebut telah mendorong kenaikan harga bahan bakar global dan berpotensi menjadi persoalan bagi Partai Republik menjelang pemilu sela Kongres pada 3 November.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Senin menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump turun ke level terendah, yakni 32%. Penurunan terutama terjadi ketika pemilih dari Partai Republik semakin kritis terhadap penanganan pemerintah atas biaya hidup.
Di sisi lain, Trump akan menandatangani kesepakatan dengan Denmark dan Greenland untuk meningkatkan kehadiran militer AS di Greenland sekaligus membatasi akses negara pesaing.
Pemerintah Denmark dan Greenland berharap kesepakatan itu meredakan ketegangan setelah Trump sebelumnya menyatakan keinginannya menguasai wilayah tersebut.
Trump juga akan bertemu pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodriguez untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Dampak Perang Iran: 13 Negara Terlibat, Ribuan Korban Jatuh, Ini Rinciannya
Pemerintah AS disebut tengah mendorong pembukaan sektor minyak Venezuela bagi investasi AS, meski sejumlah anggota Kongres menilai Washington belum cukup mendorong pemilu baru di negara tersebut.
Rangkaian agenda itu menunjukkan fokus Trump pada kebijakan luar negeri sekaligus upaya mempertahankan kepentingan AS melalui diplomasi, keamanan dan ekonomi.














