kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Trump Boyong Bos-Bos Perusahaan Raksasa AS ke China, Siapa Saja?


Selasa, 12 Mei 2026 / 11:17 WIB
Trump Boyong Bos-Bos Perusahaan Raksasa AS ke China, Siapa Saja?
ILUSTRASI. Trump membawa CEO raksasa AS ke China. Pembelian 500 Boeing 737 MAX berpotensi terjadi, transaksi terbesar sejak 2017.(via REUTERS/Pool)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan membawa sejumlah petinggi perusahaan besar AS dalam kunjungan ke China pekan ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dagang dan investasi antara dua ekonomi terbesar dunia di tengah meredanya ketegangan perang dagang.

Berdasarkan laporan Reuters, rombongan pelaku usaha yang ikut dalam lawatan tersebut antara lain CEO Apple Tim Cook, CEO GE Aerospace Larry Culp, serta CEO Boeing Kelly Ortberg.

Selain itu, turut hadir sejumlah eksekutif perusahaan besar lainnya seperti Dina Powell McCormick dari Meta, Larry Fink dari BlackRock, Stephen Schwarzman dari Blackstone, Sanjay Mehrotra dari Micron Technology, Michael Miebach dari Mastercard, Cristiano Amon dari Qualcomm, serta Ryan McInerney dari Visa.

CEO Cisco Chuck Robbins juga sempat diundang Gedung Putih, namun batal hadir karena perusahaan dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini.

Dalam kunjungan tersebut, AS dan China diperkirakan akan menyepakati pembentukan forum untuk mempermudah kerja sama perdagangan dan investasi bilateral. China juga disebut berpotensi mengumumkan pembelian produk-produk asal AS, termasuk pesawat Boeing, produk pertanian, dan energi.

Baca Juga: Trump Dukung Pemangkasan Pajak BBM AS di Tengah Lonjakan Harga Akibat Perang Iran

Pengumuman kesepakatan bisnis berskala besar memang kerap dilakukan dalam pertemuan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing sebagai simbol membaiknya hubungan ekonomi kedua negara.

Rombongan pebisnis lain yang ikut dalam perjalanan ini mencakup Brian Sikes dari Cargill, Jim Anderson dari Coherent, serta Jacob Thaysen dari Illumina.

Selain isu perdagangan, kedua negara juga akan membahas kemungkinan memperpanjang gencatan sementara perang dagang yang selama ini memungkinkan aliran mineral tanah jarang dari China ke AS tetap berjalan.

Pembahasan mengenai rare earth menjadi penting mengingat China merupakan pemasok utama mineral strategis tersebut yang dibutuhkan industri teknologi dan pertahanan global.

CEO Boeing Kelly Ortberg sebelumnya mengatakan bahwa perusahaan berharap pemerintahan Trump dapat membantu membuka jalan bagi pesanan besar dari China yang telah lama tertunda.

Sumber industri menyebutkan, China dan Boeing tengah membahas potensi kesepakatan pembelian sekitar 500 unit pesawat 737 MAX serta puluhan pesawat berbadan lebar yang menggunakan mesin dari GE Aerospace.

Baca Juga: Pemerintahan Trump Pinjamkan 53,3 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis AS

Jika terealisasi, kesepakatan tersebut akan menjadi pesanan besar pertama China kepada Boeing sejak 2017 dan berpotensi menjadi salah satu transaksi pesawat terbesar dalam sejarah.

Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang dipastikan tidak ikut dalam lawatan Trump ke Beijing. Sumber Reuters menyebut Huang tidak mendapat undangan karena fokus utama kunjungan saat ini lebih diarahkan pada sektor pertanian dan penerbangan komersial.

Meski demikian, hubungan Trump dengan Huang disebut cukup erat. Pemerintah AS bahkan telah menyetujui ekspor chip AI H200 Nvidia ke China. Namun, hingga kini penjualan chip tersebut masih terkendala proses perizinan dari pemerintah China.

Pertemuan terakhir Trump dengan Presiden China Xi Jinping berlangsung di Korea Selatan pada Oktober lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat menunda eskalasi perang dagang yang sebelumnya ditandai tarif tinggi AS terhadap barang China serta ancaman pembatasan ekspor rare earth oleh Beijing.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×