kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Trump Temui Bos Raksasa Minyak AS, Bidik Kuasai Cadangan Minyak Venezuela


Jumat, 09 Januari 2026 / 15:11 WIB
Trump Temui Bos Raksasa Minyak AS, Bidik Kuasai Cadangan Minyak Venezuela
ILUSTRASI. USA-TRUMP/ECONOMY (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Yahoo Finance,AFP | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para pimpinan perusahaan minyak besar AS pada Jumat waktu setempat, dengan tujuan meyakinkan mereka agar mendukung rencananya di Venezuela, negara yang sumber daya energinya disebut Trump akan berada di bawah kendali Amerika Serikat selama bertahun-tahun ke depan.

Pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer besar-besaran pada 3 Januari. Trump secara terbuka menyatakan bahwa penguasaan minyak Venezuela menjadi inti dari langkah tersebut.

Washington saat ini memiliki “daya tekan maksimum terhadap otoritas sementara di Venezuela,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt saat mengonfirmasi rencana pertemuan dengan para eksekutif puncak perusahaan minyak AS.

“Kami akan bertemu besok dengan semua eksekutif perusahaan minyak besar. Mereka akan hadir langsung di Gedung Putih,” kata Trump dalam wawancara yang disiarkan Fox News pada Kamis malam.

Baca Juga: Trump Rencanakan Pertemuan dengan Pemimpin Oposisi Venezuela Pekan Depan

Pemerintahan Trump berulang kali menyatakan bahwa AS kini menjalankan Venezuela. Menteri Energi AS Chris Wright pada Rabu menegaskan bahwa Washington akan mengendalikan industri minyak negara tersebut “tanpa batas waktu.”

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez yang sebelumnya menjabat wakil Maduro menyatakan bahwa pemerintahannya tetap berkuasa. Sementara itu, perusahaan minyak negara Venezuela hanya menyebutkan bahwa mereka tengah bernegosiasi dengan Amerika Serikat terkait penjualan minyak.

Media AS NBC News melaporkan bahwa pimpinan Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips diperkirakan akan hadir dalam pertemuan di Gedung Putih.

“Ini hanyalah pertemuan untuk membahas, tentu saja, peluang besar yang ada di hadapan perusahaan-perusahaan minyak ini saat ini,” kata Leavitt kepada wartawan pada Rabu.

Chevron merupakan satu-satunya perusahaan AS yang saat ini memiliki lisensi beroperasi di Venezuela. Exxon Mobil dan ConocoPhillips meninggalkan negara tersebut pada 2007 setelah menolak tuntutan Presiden saat itu, Hugo Chavez, agar mereka menyerahkan mayoritas saham operasi lokal kepada pemerintah.

Tertekan Sanksi

Venezuela telah dikenai sanksi Washington sejak 2019. Negara itu menyimpan sekitar seperlima cadangan minyak dunia dan pernah menjadi pemasok utama minyak mentah bagi Amerika Serikat.

Namun, pada 2024 Venezuela hanya memproduksi sekitar 1% dari total produksi minyak mentah dunia, menurut OPEC. Produksi tersebut terhambat oleh bertahun-tahun minim investasi, sanksi, serta embargo.

Trump memandang cadangan minyak besar Venezuela sebagai keuntungan strategis dalam upayanya menekan harga bahan bakar domestik AS—isu politik utama di dalam negeri.

Baca Juga: 5 Negara Bagian Gugat Trump Imbas Pembekuan Bantuan Anak dan Keluarga US$ 10 Miliar

Meski demikian, Trump berpotensi menghadapi tantangan besar untuk meyakinkan perusahaan minyak AS agar berinvestasi di Venezuela, mengingat ketidakpastian tata kelola pasca-Maduro, isu keamanan, serta besarnya biaya pemulihan fasilitas produksi.

“Dikendalikan oleh Saya”

Pada Selasa, Trump mengatakan bahwa pemerintah sementara Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat, dan hasil penjualannya “akan dikendalikan oleh saya.”

“Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 JUTA barel minyak berkualitas tinggi yang dikenai sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump di platform Truth Social.

“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uangnya akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.”

Ia menambahkan bahwa dana yang dibelanjakan Venezuela dari hasil tersebut hanya akan digunakan untuk membeli produk-produk AS.

Menteri Energi Chris Wright meremehkan kekhawatiran terkait besarnya investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi Venezuela. Ia menyebut produksi dapat ditingkatkan beberapa ratus ribu barel per hari dalam jangka pendek hingga menengah.

Namun, Wright mengakui bahwa untuk mengembalikan produksi ke level historis lebih dari tiga juta barel per hari diperlukan “puluhan miliar dolar dan waktu yang signifikan.”

Pada masa jabatan pertamanya, Trump memberlakukan embargo minyak untuk menekan perekonomian Venezuela yang sangat bergantung pada ekspor komoditas tersebut.

Baca Juga: Minneapolis Amerika Serikat Memanas, Penembakan Agen ICE Tuai Kecaman

Ketika kembali menjabat untuk periode kedua, Trump juga mengakhiri sebagian besar lisensi yang memungkinkan perusahaan minyak dan gas multinasional beroperasi di Venezuela, kecuali Chevron.

Kini, Washington menyatakan tengah “secara selektif mencabut sanksi” guna memungkinkan penjualan dan pengangkutan minyak mentah Venezuela ke pasar global.

Wright menambahkan bahwa pemerintahan Trump juga akan membantu perusahaan minyak besar AS membangun kehadiran jangka panjang di Venezuela.

Minyak mentah Venezuela dikenal kental dan sulit diolah. Departemen Energi AS telah merencanakan pengiriman minyak ringan untuk dicampurkan dengan minyak mentah Venezuela agar proses pengolahan lebih mudah.

Selain itu, AS juga berencana mengizinkan pengiriman peralatan dan tenaga ahli ke Venezuela guna meningkatkan infrastruktur energi negara tersebut.

Selanjutnya: 6 Film Indonesia Terbaru di Bioskop Januari 2026, Horor Hingga Perselingkuhan

Menarik Dibaca: Marty Supreme dan 6 Film Tentang Olahraga yang Bakal Bikin Semangat Membara




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×