kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.803   22,00   0,13%
  • IDX 8.946   12,64   0,14%
  • KOMPAS100 1.232   5,29   0,43%
  • LQ45 869   4,16   0,48%
  • ISSI 324   1,22   0,38%
  • IDX30 443   0,00   0,00%
  • IDXHIDIV20 518   2,23   0,43%
  • IDX80 137   0,63   0,46%
  • IDXV30 145   1,35   0,94%
  • IDXQ30 142   0,44   0,31%

Saham Perusahaan Minyak AS Meroket Pasca Trump Bidik Cadangan Venezuela


Senin, 05 Januari 2026 / 21:06 WIB
Saham Perusahaan Minyak AS Meroket Pasca Trump Bidik Cadangan Venezuela
ILUSTRASI. Logo Chevron. (DW/DW). Saham perusahaan minyak AS melonjak tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan niat AS untuk menguasai cadangan minyak Venezuela.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) naik tajam pada Senin (5/1/2026), menyusul prospek akses ke cadangan minyak Venezuela yang sangat besar setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan AS akan menguasai negara Amerika Selatan tersebut menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksinya menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir akibat salah kelola, minimnya investasi asing setelah nasionalisasi industri minyak, dan sanksi internasional.

Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Minggu bahwa dia telah berbicara dengan “semua” perusahaan minyak AS “sebelum dan sesudah” pasukan Amerika menangkap Maduro, mengenai rencana mereka berinvestasi di Venezuela.

Baca Juga: Presiden Korsel Buka Babak Baru Hubungan Korea-China, Tandai Pemulihan Penuh di 2026

“Mereka ingin masuk begitu sekali,” kata Trump. “Kita akan biarkan perusahaan minyak besar masuk dan mereka akan memperbaiki infrastrukturnya. Mereka akan menanamkan modal. Kita tidak akan menginvestasikan apa pun.”

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump memberi tahu para eksekutif minyak AS bahwa mereka harus segera kembali ke Venezuela dan menanamkan modal besar untuk memulihkan industri minyak yang rusak jika ingin mendapatkan kompensasi atas aset yang diekspropriasi Venezuela dua dekade lalu.

Respons pasar langsung terlihat di saham.

Chevron, satu-satunya perusahaan minyak AS yang saat ini beroperasi di ladang minyak Venezuela, melonjak 6,5% di perdagangan awal, sementara perusahaan penyuling seperti Marathon Petroleum, Phillips 66, Valero Energy, dan PBF Energy naik antara 4% hingga 11%.

Baca Juga: Serangan AS di Venezuela Picu Lonjakan Emas, FTSE 100 Bergerak di 9.969 Poin

Meski begitu, harga minyak global relatif stabil pada Senin karena pasokan dunia yang melimpah masih menahan kenaikan harga, meski aliran minyak Venezuela tetap tidak pasti. Trump menegaskan embargo terhadap semua ekspor minyak Venezuela tetap berlaku untuk saat ini.

Minyak mentah Venezuela tergolong berat dan tinggi kandungan sulfur, cocok untuk produksi diesel dan bahan bakar berat lainnya, meski margin keuntungannya lebih rendah dibandingkan minyak dari Timur Tengah.

“Jenis minyak ini cocok dengan konfigurasi penyuling di Pantai Teluk AS yang dirancang untuk memproses grade semacam ini,” kata Ahmad Assiri, analis riset di Pepperstone.

Chevron, dengan kehadirannya yang sudah ada di Venezuela melalui pengecualian AS, diperkirakan akan menjadi penerima manfaat awal dari pergeseran kebijakan ini. Sementara itu, perusahaan penyuling dapat memperoleh keuntungan dari meningkatnya pasokan minyak berat lebih dekat ke pasar domestik.

Selain itu, langkah AS ini juga membuka kemungkinan pengembalian aset yang disita Venezuela pada 2007 di bawah pemerintahan almarhum Hugo Chavez. 

Baca Juga: Saham Chevron dan Kilang Minyak AS Melonjak Usai Trump Bidik Minyak Venezuela

Analis J.P. Morgan mencatat ConocoPhillips dan Exxon Mobil memiliki klaim arbitrase signifikan yang berpotensi dipulihkan. 

“ConocoPhillips memiliki klaim mendekati US$ 10 miliar, sementara kerugian Exxon sekitar US$ 2 miliar dari klaim awal mereka yang lebih dari US$ 15 miliar ,” kata analis tersebut.

Optimisme pasar tercermin pada saham ConocoPhillips yang naik 5,5% dan Exxon sebesar 3%. Saham perusahaan jasa migas, seperti Baker Hughes, Halliburton, dan SLB, yang teknologinya krusial untuk meningkatkan produksi minyak Venezuela, juga naik antara 6,6% hingga 9%.

Meski demikian, analis memperingatkan pemulihan signifikan kemungkinan membutuhkan waktu lama akibat ketidakpastian politik, kerusakan infrastruktur, dan bertahun-tahun kurangnya investasi.

Baca Juga: Banjir Pasokan, Harga Minyak Mentah Tergelincir 0,4% di Sore Ini (5/1)

Pada 1970-an, Venezuela memproduksi hingga 3,5 juta barel per hari (bph), menyumbang lebih dari 7% produksi global. Produksi turun di bawah 2 juta bph pada 2010-an dan rata-rata hanya 1,1 juta bph tahun lalu, atau sekitar 1% dari pasokan dunia. 

Selanjutnya: Austindo Nusantara (ANJT) Bebenah Usah Ganti Pengendali, Simak Rekomendasi Sahamnya

Menarik Dibaca: 7 Barang di Ruang Tamu yang Sebaiknya Dijauhkan Jika Punya Hewan Peliharaan




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×