Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - LONDON. Indeks saham unggulan Inggris, FTSE 100, bergerak mendekati level psikologis 10.000 pada perdagangan Senin (5/1/2026), ditopang penguatan saham pertahanan dan perusahaan tambang logam mulia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer di Venezuela.
Berdasarkan data Reuters, FTSE 100 naik tipis 0,1% ke level 9.969,45 poin pada pukul 11.30 GMT. Pekan lalu, indeks ini sempat menembus level 10.000 poin untuk pertama kalinya. Sementara itu, indeks saham menengah yang lebih berorientasi domestik bergerak datar.
Sepanjang 2025, FTSE 100 mencatat kinerja kuat dan mengungguli indeks STOXX 600 Eropa serta S&P 500 AS. Penguatan ini terutama didorong oleh reli sektor berbasis komoditas serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Bank of England.
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Aneka Tambang (ANTM) Usai Rombak Jajaran Direksi
Perhatian investor pada awal pekan ini tertuju pada kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat selama akhir pekan. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran geopolitik dan meningkatkan minat terhadap aset safe haven.
Harga emas dan perak melonjak, mendorong indeks saham perusahaan tambang logam mulia naik 4%. Sektor ini termasuk yang berkinerja terbaik sepanjang 2025.
Saham sektor kedirgantaraan dan pertahanan turut menguat 3,6%. Saham BAE Systems dan Babcock International masing-masing naik 4,6%, sementara Chemring menguat 3,1%.
Di sisi lain, harga minyak relatif stabil karena pasokan global yang melimpah meredam kekhawatiran gangguan aliran minyak. Saham energi seperti Shell dan BP justru melemah tipis.
Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Baru, Saham Emiten Tambang Kompak Menguat Selasa (2/9/2025)
Pada perdagangan saham individual, manajer investasi pasar berkembang Ashmore melonjak hingga 12,6% dan menyentuh level tertinggi dalam satu tahun. Perusahaan ini memiliki obligasi Venezuela yang nilainya naik setelah penangkapan Maduro.
Saham operator lelang daring Auction Technology melesat 19,2% setelah perusahaan menolak 11 proposal akuisisi dari pemegang saham utamanya, FitzWalter Capital, yang dinilai meremehkan nilai dan prospek bisnis perseroan.
Sebaliknya, saham distributor perlengkapan bisnis Bunzl turun 2,4% setelah broker Exane BNP Paribas menurunkan rekomendasi saham tersebut menjadi “netral” dari sebelumnya “outperform”.













