Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemimpin utama oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menyatakan akan segera kembali ke negaranya dan menegaskan gerakannya siap memenangkan pemilihan umum yang bebas dan adil.
Pernyataan itu disampaikan Machado dalam wawancara dengan Fox News, Senin (6/1/2026).
Machado (58 tahun), seorang pengacara dan ibu tiga anak, mengatakan kepulangannya ke Venezuela akan dilakukan secepat mungkin.
Ia menyebut transisi politik harus terus berjalan, seraya mengklaim oposisi telah memenangkan pemilu 2024 secara telak meski berlangsung dalam kondisi yang dinilainya penuh kecurangan.
“Kami yakin transisi ini harus dilanjutkan. Dalam pemilu yang benar-benar bebas dan adil, kami akan meraih lebih dari 90% suara,” kata Machado.
Baca Juga: Kejutan Serangan Amerika Serikat, Warga Venezuela Bingung dan Waswas
Machado sebelumnya meninggalkan Venezuela secara diam-diam pada Oktober lalu. Ia kini menghadapi ancaman penangkapan di dalam negeri, sementara loyalis Partai Sosialis masih menguasai struktur kekuasaan di Caracas.
Dalam wawancara tersebut, Machado memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas AS pada akhir pekan lalu. Ia menyebut langkah itu sebagai titik balik penting menuju keadilan dan demokrasi di Venezuela.
Namun, Machado mengaku belum berkomunikasi lagi dengan Trump sejak Oktober. Trump sendiri menyatakan pemilu baru di Venezuela belum bisa segera digelar. Menurutnya, kondisi negara harus dibenahi terlebih dahulu, dan tenggat 30 hari untuk pemungutan suara dinilai tidak realistis.
Hingga kini, pemerintahan AS belum secara tegas menyatakan dukungan terhadap Machado. Sejumlah sumber menyebut Washington cenderung bekerja sama dengan Wakil Presiden Delcy Rodriguez, sekutu dekat Maduro, yang kini telah dilantik sebagai presiden sementara.
Opsi ini disebut sebagai langkah untuk menjaga stabilitas.
Baca Juga: Maduro Siap Berperang Jika Pasukan AS Menyerang Venezuela
Machado mengkritik keras Rodriguez, yang menurutnya terlibat dalam praktik pelanggaran HAM, korupsi, dan kejahatan terorganisir, serta memiliki kedekatan dengan Rusia, China, dan Iran. Ia menilai Rodriguez tidak dipercaya rakyat Venezuela maupun investor internasional.












