kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Machado Nyatakan Siap Pulang ke Venezuela, Oposisi Klaim Siap Menang Pemilu Bebas


Selasa, 06 Januari 2026 / 18:08 WIB
Machado Nyatakan Siap Pulang ke Venezuela, Oposisi Klaim Siap Menang Pemilu Bebas
ILUSTRASI. Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores (via REUTERS/Miraflores Palace)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemimpin utama oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menyatakan akan segera kembali ke negaranya dan menegaskan gerakannya siap memenangkan pemilihan umum yang bebas dan adil.

Pernyataan itu disampaikan Machado dalam wawancara dengan Fox News, Senin (6/1/2026).

Machado (58 tahun), seorang pengacara dan ibu tiga anak, mengatakan kepulangannya ke Venezuela akan dilakukan secepat mungkin. 

Ia menyebut transisi politik harus terus berjalan, seraya mengklaim oposisi telah memenangkan pemilu 2024 secara telak meski berlangsung dalam kondisi yang dinilainya penuh kecurangan.

“Kami yakin transisi ini harus dilanjutkan. Dalam pemilu yang benar-benar bebas dan adil, kami akan meraih lebih dari 90% suara,” kata Machado.

Baca Juga: Kejutan Serangan Amerika Serikat, Warga Venezuela Bingung dan Waswas

Machado sebelumnya meninggalkan Venezuela secara diam-diam pada Oktober lalu. Ia kini menghadapi ancaman penangkapan di dalam negeri, sementara loyalis Partai Sosialis masih menguasai struktur kekuasaan di Caracas.

Dalam wawancara tersebut, Machado memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas AS pada akhir pekan lalu. Ia menyebut langkah itu sebagai titik balik penting menuju keadilan dan demokrasi di Venezuela.

Namun, Machado mengaku belum berkomunikasi lagi dengan Trump sejak Oktober. Trump sendiri menyatakan pemilu baru di Venezuela belum bisa segera digelar. Menurutnya, kondisi negara harus dibenahi terlebih dahulu, dan tenggat 30 hari untuk pemungutan suara dinilai tidak realistis.

Hingga kini, pemerintahan AS belum secara tegas menyatakan dukungan terhadap Machado. Sejumlah sumber menyebut Washington cenderung bekerja sama dengan Wakil Presiden Delcy Rodriguez, sekutu dekat Maduro, yang kini telah dilantik sebagai presiden sementara. 

Opsi ini disebut sebagai langkah untuk menjaga stabilitas.

Baca Juga: Maduro Siap Berperang Jika Pasukan AS Menyerang Venezuela

Machado mengkritik keras Rodriguez, yang menurutnya terlibat dalam praktik pelanggaran HAM, korupsi, dan kejahatan terorganisir, serta memiliki kedekatan dengan Rusia, China, dan Iran. Ia menilai Rodriguez tidak dipercaya rakyat Venezuela maupun investor internasional.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×