Sumber: foxnews,Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado akan datang ke Washington minggu depan.
Mengutip Reuters, Jumat (9/1/2026), selama wawancara di program Hannity Fox News, Trump ditanya apakah ia berencana untuk bertemu dengan Machado setelah serangan AS di Venezuela yang mengakibatkan penangkapan presidennya Nicolas Maduro.
"Yah, saya mengerti dia akan datang minggu depan, dan saya berharap dapat menyapanya," jawab Trump.
Baca Juga: Dolar Perkasa Jumat (9/1), Bursa Asia Tertekan di Tengah Risiko Tarif Trump
Gedung Putih tidak segera menanggapi ketika dihubungi untuk rincian tambahan mengenai pertemuan tersebut.
Ini akan menjadi pertemuan pertama Trump dengan Machado, yang mengatakan awal pekan ini bahwa ia belum berbicara dengan pemimpin AS tersebut sejak memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada bulan Oktober.
Masa depan pemerintahan negara Amerika Selatan itu masih diragukan. Trump pada akhir pekan lalu menolak gagasan untuk bekerja sama dengan Machado, dengan mengatakan dia tidak memiliki dukungan atau simpati di dalam negeri.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa akan "membutuhkan waktu bagi negara Amerika Selatan itu, yang saat ini dipimpin oleh Presiden sementara
Delcy Rodriguez, untuk mencapai titik di mana mereka dapat mengadakan pemilihan umum."
"Kita harus membangun kembali negara itu. Mereka tidak bisa mengadakan pemilihan umum," katanya. "Mereka bahkan tidak tahu bagaimana cara mengadakan pemilihan umum saat ini."
Baca Juga: Inflasi China Capai Level Tertinggi 3 Tahun, Tekanan Deflasi Mereda
Venezuela, anggota OPEC, adalah salah satu produsen minyak terbesar. Industri minyaknya telah menjadi fokus perhatian pemerintahan Trump, dengan seorang pejabat senior mengatakan kepada Reuters bahwa penjualan minyak ke Amerika Serikat akan segera dimulai dengan pengiriman awal sekitar 30 juta barel hingga 50 juta barel dan akan berlanjut tanpa batas waktu.
Trump mengatakan dia akan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak di Gedung Putih pada hari Jumat. Perusahaan-perusahaan minyak tersebut, menurut presiden, akan memainkan peran kunci dalam membangun kembali industri minyak Venezuela.
"Mereka akan membangun kembali seluruh infrastruktur minyak. Mereka akan menghabiskan setidaknya US$ 100 miliar dan mereka memiliki minyak yang luar biasa, dan kualitas serta jumlah minyak yang luar biasa," katanya.













