kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.854   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.292   14,61   0,23%
  • KOMPAS100 823   1,88   0,23%
  • LQ45 627   1,54   0,25%
  • ISSI 217   0,44   0,20%
  • IDX30 348   1,19   0,34%
  • IDXHIDIV20 433   0,58   0,13%
  • IDX80 94   0,22   0,24%
  • IDXV30 119   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,20   0,18%

Trump Sebut Kebebasan Akan Datang ke Kuba dalam Pidato di PBB


Rabu, 23 September 2026 / 08:30 WIB
Trump Sebut Kebebasan Akan Datang ke Kuba dalam Pidato di PBB
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Eric Lee)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Kuba.

Dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Trump menyebut Kuba sebagai negara gagal dan mengatakan kebebasan akan segera datang ke negara yang dipimpin pemerintahan komunis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa (22/9/2026), di tengah meningkatnya tekanan ekonomi AS terhadap Kuba. Washington secara terbuka menyatakan ingin mendorong perubahan mendasar terhadap pemerintahan di Havana.

Baca Juga: Harga Emas Spot Stagnan di US$4.356,92 Rabu (23/9), Investor Pantau Arah Suku Bunga

Blokade minyak yang diberlakukan AS sejak awal tahun juga telah memperburuk kondisi ekonomi Kuba. Negara tersebut menghadapi kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik yang semakin parah akibat infrastruktur yang mengalami kerusakan.

"Administrasi saya juga berupaya melakukan perubahan mendasar terhadap situasi di Kuba, di mana rezim komunis berada di bawah tekanan besar, tekanan terbesar yang pernah mereka hadapi," kata Trump dalam pidatonya.

"Ini adalah negara yang benar-benar gagal, yang mengalami kegagalan seperti belum pernah terjadi sebelumnya, dan negara itu akan jatuh," lanjutnya.

Trump kemudian menegaskan sikapnya terhadap sistem politik Kuba. "Komunisme tidak akan pernah datang ke Amerika, tetapi kebebasan akan datang ke Kuba," ujarnya.

Pernyataan Trump tersebut memicu reaksi langsung dari delegasi Kuba. Delegasi Kuba meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB ketika Trump menyampaikan pernyataannya.

Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Iran, Teheran Tawarkan Buka Selat Hormuz

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel kemudian menanggapi pernyataan Trump melalui media sosial X.

Ia mengatakan, Kuba akan mempertahankan kedaulatannya dan menuduh Trump menggambarkan Kuba sebagai ancaman untuk membenarkan kebijakan keras Washington terhadap negara tersebut.

AS telah memberlakukan embargo perdagangan terhadap Kuba selama lebih dari enam dekade. Pemerintahan Trump juga terus meningkatkan tekanan terhadap Havana.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Trump yang lebih keras terhadap pemerintahan yang dianggap bertentangan dengan kepentingan AS.

Pada Januari lalu, AS menggunakan kekuatan militernya untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Trump sebelumnya juga menyebut Kuba sebagai negara gagal. Pada Juni lalu, ia mengatakan AS memiliki sejumlah rencana terhadap Kuba dan akan "mengurus" negara tersebut.

Baca Juga: Pidato di PBB, Trump Sebut Kuba Negara Gagal

Hubungan AS dan Kuba telah berada dalam ketegangan selama puluhan tahun, terutama sejak Revolusi Kuba yang dipimpin Fidel Castro pada 1959.

Tekanan terhadap Kuba juga memiliki dimensi politik domestik di AS. Trump mendapat dukungan kuat dari kelompok warga Amerika keturunan Kuba yang berhaluan garis keras di Florida dan selama bertahun-tahun mendorong perubahan pemerintahan di Kuba.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×